Nasib Pilu Abdul, Kurir Paket di Cianjur Babak Belur Dikeroyok Gara-gara Salah Paham COD
Kurir bernama Abdul Qudus babak belur setelah dikeroyok saat mengantarkan paket di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan terhadap kurir pengantar paket kembali terjadi.
Kali ini seorang kurir bernama Abdul Qudus babak belur setelah dikeroyok saat mengantarkan paket di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Abdul dikeroyok keluarga penerima paket lantaran salah paham gara-gara sistem pembayaran di tempat atau cash on delivery (COD).
Dikutip dari Kompas TV, berdasar keterangan korban, kejadian ini bermula dari keresahan Abdul mengenai keluarga terduga pelaku.
Abdul menitipkan pesan kepada anak pemilik paket agar orang tuanya tidak memesan barang lagi jika sering tidak ada di rumah saat pengantaran.
Hal ini karena pemilik paket menggunakan sistem COD yang mana mengharuskan pembayaran dilakukan di tempat saat barang tiba.
Merasa tersinggung dengan ucapan sang kurir, pihak penerima paket memanggil kerabatnya untuk menghadang korban.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra mengungkapkan saat korban kembali mendatangi rumah penerima, terjadi cekcok yang berujung pada aksi kekerasan fisik secara bersama-sama menggunakan tangan kosong.
"Pelaku yang berjumlah tiga orang melakukan penganiayaan berupa pemukulan terhadap korban," ujar Fajri, dikutip dari Kompas TV, Senin (2/2/2026).
Korban mengalami luka robek di bagian kepala hingga mendapat jahitan.
Adapun tiga orang yang diamankan ialah RZ (19), AR (18), dan NR (28).
Baca juga: Suderajat Penjual Es Gabus Kena Semprot Dedi Mulyadi: Kantongi Rp 100 Juta, tapi Masih Ngaku Sulit
Kasus di Daerah Lain
Pada September 2025 lalu, seorang pria berinisial KC tega menebas kurir paket di Bekasi, Jawa Barat, gara-gara uang Rp 30 ribu.
KC menganiaya kurir paket COD berinisial ID (22).
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan jika pihaknya sudah menahan pria bertato inisial KC.
Baca tanpa iklan