Berkaca Kasus Siswa SD Akhiri Hidup, Cak Imin Minta Masyarakat Laporkan Masalah: Kami Akan Bertindak
Cak Imin imbau masyarakat terbuka soal kesulitan ekonomi dan pendidikan usai kasus tragis siswa SD di Ngada, NTT.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Menko Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menanggapi kasus tragis siswa SD di Ngada, NTT, yang bunuh diri karena kesulitan membeli alat tulis.
- Ia meminta masyarakat terbuka soal masalah ekonomi dan pendidikan agar segera ditangani.
- Cak Imin menegaskan PKB siap membantu dan mengingatkan pemerintah lebih responsif terhadap kondisi masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meminta masyarakat terbuka terhadap kondisi dan kesulitan yang dihadapi.
Hal itu disampaikan menanggapi kasus tragis seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YBS (10), yang ditemukan meninggal dunia karena mengakhiri hidupnya.
“Apabila membutuhkan bantuan alat tulis atau bantuan apapun, itu harus segera disampaikan. Jangan sampai beban ekonomi tidak tersampaikan kepada pejabat ataupun tokoh masyarakat,” ujar Cak Imin di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan, jika ada masalah ekonomi, utang, atau kebutuhan pendidikan yang dilaporkan, pihaknya akan segera bertindak.
“Kalau ada masalah soal ekonomi, utang, alat tulis, pendidikan terutama, sampaikan kepada kita. Kami akan bertindak cepat,” katanya.
Cak Imin juga mengingatkan pemerintah agar lebih responsif terhadap kondisi masyarakat, sehingga masalah tidak luput dari perhatian.
Baca juga: Profil Irjen Rudi Darmoko Kapolda NTT Sebut Kasus Siswa SD Ngada Jadi Atensi Nasional: Bahkan Istana
Kasus Siswa SD di Ngada
Sebelumnya, seorang siswa SD di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026).
YBS diduga kuat mengakhiri hidupnya di sebuah pohon cengkeh dekat rumah neneknya, Welumina Nenu.
Di lokasi kejadian, ditemukan surat yang ditulis YBS. Dalam surat itu, ia meminta sang ibu, MGT (47), untuk mengikhlaskan kepergiannya.
Tragisnya, sebelum peristiwa itu, YBS yang duduk di kelas IV SD sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10 ribu.
Namun, permintaan itu tak terpenuhi karena sang ibu mengaku tidak memiliki uang.