Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Orangtua Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Tak Pernah Terima Bansos, Ini Kata Mensos

Saifullah Yusuf mengungkapkan nenek YBR pernah menerima bansos, namun tak mendapatkan lagi. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut orang tua YBS, siswa SD di Ngada, NTT, yang meninggal dunia diduga bunuh diri, belum pernah menerima bantuan sosial pemerintah.
  • Kemensos kini melakukan asesmen lapangan karena keluarga korban masih membutuhkan bantuan dan kasus ini menunjukkan adanya celah dalam penyaluran bansos.
  • Gus Ipul mengakui pendataan bansos belum sepenuhnya tepat sasaran dan pemerintah sedang melakukan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan fakta bahwa orang tua YBR (10), siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal dunia diduga bunuh diri, belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. 

Saifullah Yusuf mengungkapkan nenek YBR pernah menerima bansos, namun tak mendapatkan lagi. 

"Orangtuanya Yohanes dalam catatan kami belum pernah menerima bansos. Tetapi neneknya sebelumnya sudah pernah dapat tetapi kemudian putus atau tidak mendapatkan lagi," kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Gus Ipul mengatakan Kemensos saat ini sedang melakukan asesmen langsung di lapangan terhadap keluarga korban. 

Menurutnya, asesmen dilakukan secara menyeluruh karena keluarga YBS masih membutuhkan bantuan. 

Baca juga: Kasus Murid SD Akhiri Hidup Karena Keterbatasan Ekonomi di NTT, Tetangga Kaget dan Terpukul

"Sekarang tim kita di lapangan koordinasi dengan tokoh-tokoh setempat untuk juga memberikan asesmen apa yang terbaik bagi keluarga Y ke depannya. Karena masih ada dua kakaknya, kemudian juga masih ada orang tuanya yang semuanya ini memerlukan asesmen lebih lanjut ya," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menegaskan, tindak lanjut dari pemerintah akan dilakukan setelah proses asesmen tersebut rampung.

Menurut Gus Ipul, kasus ini menjadi cermin adanya celah serius dalam sistem pendataan dan penyaluran bansos.

“Nah ini sedang kita periksa semuanya, kita pelajari dengan baik dan ini menjadi bahan bagi kami untuk melakukan evaluasi,” katanya.

Gus Ipul juga secara terbuka mengakui masih ada celah dalam penyaluran bansos.

Menurut Gus Ipul, tidak semua bansos diterima oleh mereka yang berhak.

Sementara ada pula yang justru diterima oleh pihak yang tidak memenuhi kriteria.

SISWA SD MENINGGAL - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten Ngada Gerardus Reo saat mendatangi langsung keluarga korban di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Selasa (3/2/2026). Pondok ini adalah tempat tinggal YBR bersama sang nenek bernama Welumina.
SISWA SD MENINGGAL - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten Ngada Gerardus Reo saat mendatangi langsung keluarga korban di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Selasa (3/2/2026). Pondok ini adalah tempat tinggal YBR bersama sang nenek bernama Welumina. (TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR)

"Bansos yang disalurkan oleh pemerintah itu pada dasarnya tentu ada yang diterima oleh mereka yang memenuhi kriteria, mereka yang berhak. Tapi jujur harus saya akui ada memang bansos yang belum atau diterima oleh mereka yang tidak berhak, tidak memenuhi kriteria," ucapnya.

Kemensos, kata Gus Ipul, melakukan evaluasi terhadap penyaluran bansos ini. 

"Ya evaluasinya nanti menyeluruh. Siapa yang bertanggung jawab? Ya kita lihat, ya kita lihat nanti kita evaluasi kenapa tidak ikut bansos misalnya PKH dan lain kita lihat," ujar Gus Ipul.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas