Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sandiaga Uno: Jepara Miliki Potensi Pengembangan Limbah Kayu

Sandi menegaskan pemberdayaan perempuan, anak muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat desa menjadi kunci penguatan ekonomi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Sandiaga Uno: Jepara Miliki Potensi Pengembangan Limbah Kayu
HO/IST
PENGOLAHAN LIMBAH - Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memberdayakan warga agar mandiri secara ekonomi lewat pemanfaatan limbah kayu. 
Ringkasan Berita:
  • Sandiaga Uno menegaskan Yayasan Indonesia Setara memprioritaskan pemberdayaan perempuan, anak muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat desa sebagai motor penggerak ekonomi berbasis potensi lokal melalui peningkatan keterampilan dan akses usaha.
  • Sebanyak 30 warga desa dilatih mengolah limbah kayu menjadi produk bernilai tambah seperti holder ponsel, liontin, dan gantungan kunci, memanfaatkan ekosistem industri kayu dan furnitur Jepara.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan pemberdayaan perempuan, anak muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat desa menjadi kunci penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menurut Sandiaga, kelompok-kelompok tersebut memiliki kapasitas besar untuk menggerakkan ekonomi jika diberikan akses keterampilan, pendampingan, dan peluang usaha yang tepat.

"Fokus kami sejak awal adalah memberdayakan potensi bangsa, termasuk perempuan, anak muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat desa," ujar Sandiaga, Senin (9/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sandiaga dalam kegiatan pelatihan pengolahan limbah kayu yang digelar Yayasan Indonesia Setara di Jepara, Jawa Tengah.

Pelatihan tersebut menyasar warga desa dengan memanfaatkan limbah kayu yang selama ini kurang bernilai ekonomi. 

Sebanyak 30 peserta dibekali keterampilan pembuatan holder ponsel, liontin kalung, serta gantungan kunci berbahan limbah kayu dan resin.

Sandiaga menilai Jepara memiliki keunggulan ekosistem industri kayu dan furnitur.

Rekomendasi Untuk Anda

Sehingga inovasi pengolahan limbah kayu menjadi produk bernilai tambah sangat relevan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.

Selain pelatihan tatap muka, peserta juga mendapatkan pendampingan daring selama tiga minggu. 

Pendampingan ini mencakup pengembangan usaha, pembuatan konten promosi, hingga strategi pemasaran digital agar produk dapat bersaing di pasar.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas