Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Panitia SNPMB Temukan 38 Kecurangan Terstruktur di UTBK, Peserta Di-blacklist dari Seluruh PTN

Eduart Wolok, mengungkapkan panitia menemukan puluhan kasus kecurangan terstruktur dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Panitia SNPMB Temukan 38 Kecurangan Terstruktur di UTBK, Peserta Di-blacklist dari Seluruh PTN
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
SNBP 2026 - Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok. Ia mengungkapkan panitia menemukan puluhan kasus kecurangan terstruktur dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026.  

Ringkasan Berita:
  • Panitia SNPMB 2026 menemukan puluhan kasus kecurangan dalam UTBK. Sebanyak 27 peserta memakai joki sebagai pengganti, sementara 11 peserta menggunakan alat terlarang. 
  • Ketua Tim Penanggung Jawab, Eduart Wolok, menegaskan pelanggaran ini berakibat sanksi blacklist, sehingga peserta tidak bisa diterima di seluruh PTN melalui jalur PMB. 
  • Eduart menambahkan, evaluasi dari tahun sebelumnya sudah dilakukan untuk menekan praktik kecurangan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan panitia menemukan puluhan kasus kecurangan terstruktur dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. 

Berdasarkan data panitia, terdapat 27 peserta menggunakan joki sebagai peserta pengganti.

Sementara sebanyak 11 peserta menggunakan alat yang dilarang selama UTBK

Eduart mengungkapkan para peserra mendapatkan sanksi blacklist dan tidak dapat diterima di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN).

"Khusus untuk kedua pelanggaran ini sanksinya adalah blacklist bagi peserta yang menggunakan kecurangan ini. Tidak dapat diterima pada jalur PMB selanjutnya di PTN manapun," kata Eduart dalam konferensi pers Hasil SNBT di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dirinya mengatakan panitia sejak awal telah melakukan evaluasi dari pelaksanaan SNBT tahun sebelumnya untuk menekan praktik kecurangan

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu langkah yang diterapkan pada 2026 adalah peserta tidak lagi dapat memilih langsung lokasi pusat UTBK, melainkan hanya memilih kota pelaksanaan ujian.

Menurutnya, peserta baru mengetahui pusat UTBK, jadwal, dan sesi ujian sekitar H-10 sebelum pelaksanaan karena sistem penempatan dilakukan secara acak.

"Nah ini ternyata sangat mempengaruhi modus kecurangan yang ingin dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin mengikuti proses SNBT dengan penuh integritas," ujarnya.

Selain itu, panitia mengacak jadwal pelaksanaan untuk program studi yang pada tahun sebelumnya rawan terjadi praktik curang. 

Panitia juga langsung mengumumkan temuan kecurangan sejak hari pertama pelaksanaan UTBK.

Eduart mengatakan seluruh modus kecurangan yang ditemukan tahun ini berhasil dideteksi, termasuk penggunaan joki yang kini masih diproses aparat penegak hukum.

"Ini tidak hanya melibatkan joki semata tetapi juga melibatkan kerja sama dengan berbagai macam pihak terkait sehingga bisa terlaksana secara terstruktur dan masif," katanya.

Dalam penanganannya, panitia menggunakan pemeriksaan kemiripan foto berbasis kecerdasan buatan (AI), verifikasi foto ke sekolah, investigasi internal pusat UTBK, hingga pelaporan kepada kepolisian.

Selain kecurangan terstruktur, panitia juga mencatat sejumlah pelanggaran individual yang berujung diskualifikasi dari proses seleksi UTBK 2026.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas