Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Akademisi: Sawit, Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

Perkebunan sawit memberikan multiplier effect positif yang lebih besar baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sanusi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Akademisi: Sawit, Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana
/HO/Tribunnews.com
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dr Ardhasena Sopaheluwakan (kanan), moderator Sabri Basyah (dua kanan) Guru Besar Konservasi Tanah dan Pengelolaan DAS Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP (dua kiri) dan Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Ir. Diana Chalil, M.Si., Ph.D (kiri) menjadi pembicara pada acara Diskusi Ilmiah "Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global sebagai Pemicu Bencana di Sumatera" yang diselenggarakan di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Selasa (10/02/2026). 

Sementara itu, Ketua Umum RSI (Rumah Sawit Indonesia)  Kacuk Sumarto, menegaskan bahwa perekonomian wilayah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara sangat bergantung kepada industri sawit.

Karena itu, tidak mungkin ditinggalkan. Hanya saja, tata kelola sektor pertanian dan perkebunan harus memperhatikan aspek kesesuaian lahan dengan komoditas yang akan ditanam.

“Jika aspek ekofisiologis diperhatikan, maka perkebunan sawit di seluruh Indonesia akan berkembang di tengah ekosistem lingkungan yang berkelanjutan,” kata Kacuk yang hadir sebagai peserta dalam Diskusi Ilmiah “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra” di USU, Selasa (10/2/2026).

Kacuk mengatakan perkebunan sawit di Sumatera Utara sudah ada sejak lebih satu abad.

Dan selama itu, kondisi lingkungan di sekitar perkebunan sawit tetap terjaga dengan baik. 

Namun perubahan iklim yang terjadi saat ini menjadi tantangan baru bagi pelaku sektor perkebunan dan pertanian.  

“Bagaimana dampak ekonomi yang positif tetap kita terima, tetapi risiko ekologisnya bisa diminimalkan,” kata Kacuk.

Rekomendasi Untuk Anda

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas