Tersisa Dua Daerah di Kawasan Terdampak Bencana Sumatra yang Statusnya Masih Tanggap Darurat
Seluruh daerah terdampak di Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- BNPB menyebut hanya dua kabupaten di Aceh, yaitu Pidie Jaya dan Aceh Tamiang, yang masih berstatus tanggap darurat bencana.
- Jumlah pengungsi turun drastis dari lebih dari satu juta menjadi sekitar 47 ribu jiwa.
- Pembangunan hunian sementara dan bantuan rumah rusak terus berjalan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersisa dua daerah di kawasan terdampak bencana Sumatra yang statusnya masih tanggap darurat hingga saat ini.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
“Dari sudut penanganan bencana tinggal dua kabupaten yang menetapkan atau melanjutkan status tanggap darurat, yaitu di Aceh. Yang pertama adalah Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya.
Sementara itu, seluruh daerah terdampak di Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
Menurut Suharyanto, kondisi tersebut menunjukkan tren perbaikan meski persoalan di tingkat desa dan kecamatan masih ditemukan.
“Jadi artinya meskipun masih banyak permasalahan di desa, di kecamatan, tapi secara kabupaten secara provinsi semuanya sudah mengarah ke arah yang lebih baik,” katanya.
BNPB juga mencatat penurunan signifikan jumlah pengungsi.
Pada puncaknya, 8 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai 1.057.482 jiwa. Namun per 10 Februari 2026, jumlah tersebut menyusut drastis.
“Setelah dihitung langsung di lapangan sudah tinggal 47.462 jiwa. Jadi terdapat penurunan yang cukup signifikan berkurang 95,51 persen,” ujar Suharyanto.
Pengungsi tersebut tersebar di empat lokasi, mulai dari gedung pemerintah, masjid atau meunasah di Aceh, pengungsian mandiri, hingga tenda.
Dari total tersebut, 21.193 kepala keluarga masih tinggal di tenda dan menjadi prioritas segera dipindahkan ke hunian sementara atau menerima tambahan dana tunggu hunian.
Baca juga: Listrik Air Bersih Belum Pulih Sepenuhnya di Sumut dan Aceh, Mendagri: Masih Ada Desa Terganggu
Terkait pembangunan hunian sementara, Suharyanto menyebut progres terus berjalan di tiga provinsi terdampak.
Di Aceh, 5.774 unit huntara telah rampung dan sisanya masih dalam proses.
Di Sumatera Utara, sekitar 500 unit ditargetkan selesai sebelum ramadan.
Sementara di Sumatera Barat, dari 728 unit, sebanyak 610 unit telah selesai dibangun.
Baca tanpa iklan