Murid SD di Demak Diduga Akhiri Hidup Usai Dimaki Ibunya, Ini Pengakuan Orangtua
Korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp bernada makian dari ibunya.
Penulis:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Polisi menyebut seorang bocah 12 tahun di Kabupaten Demak meninggal dunia diduga akibat bunuh diri setelah menerima pesan makian dari ibunya lewat WhatsApp.
- Sebelum kejadian, korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut ke media sosial dan menuliskan bahwa dirinya merasa lelah di balik tawanya.
- Hasil visum dan rekaman CCTV menunjukkan tidak ada tanda pembunuhan, sementara polisi masih mendalami penyebab pasti peristiwa ini.
TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Polisi membenarkan terkait seorang bocah perempuan (12) meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Korban diduga mengakhiri hidupnya karena menerima makian dari ibunya melalui aplilkasi WhatsApp. Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp bernada makian dari ibunya. Korban disebut adalah murid SD.
"Screenshot chat dari ibu ke korban lalu diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa terjadi," kata Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, Jumat (13/2/2026).
Unggahan itu kemudian tersebar luas di media sosial, termasuk dibagikan oleh akun Instagram @infodemakraya.
Baca juga: Bom Bunuh Diri di Masjid Islamabad, 30 Tewas saat Salat Jumat, Hizbullah Beri Kecaman
Dalam tangkapan layar tersebut, terlihat sejumlah kata kasar yang dikirimkan kepada korban. Saat membagikan gambar itu, korban juga menuliskan keterangan, "Di balik tawa gua disisi lain aku juga cape".
Kronologi Kejadian Berdasarkan CCTV
Anggah menjelaskan, insiden tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban. Berdasarkan rekaman kamera pengawas, ibu korban pulang ke rumah pada pukul 18.01 WIB.
"Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban naik mobil pulang ke rumah.
Lalu masuk ke rumah pukul 18.01 WIB," jelas Anggah.
Tak lama setelah masuk, sang ibu mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung. Ia kemudian keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.
"Jam 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak.
Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," ujar Anggah.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan. Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibunya yang dikemudikan tetangga, sementara sang ibu menyusul dengan sepeda motor.
"Dibawa ke rumah Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil ibunya yang dikemudikan oleh tetangganya.
Ibu korban mengikutinya dengan menggunakan sepeda motor," tutur Anggah.
Baca tanpa iklan