Sederet Teror ke Anggota DPRD: Rumah di Jateng Ditembak OTK, Mobil di Sumut Dilempar Batu
Rentetan teror menimpa anggota DPRD: penembakan rumah suami anggota DPRD Jateng & pelemparan batu mobil DPRD Sumut.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Serangkaian aksi teror dialami anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2024-2029.
Terbaru, insiden penembakan menimpa Amat Muzakhim (56) alias Boim, suami anggota DPRD Jawa Tengah, Nur Fatwah.
Peristiwa yang diduga dilakukan OTK itu terjadi di rumah Boim di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (14/2/2026) malam.
Sebelumnya, pada Juli 2025, Irham Buana Nasution, anggota DPRD Sumatera Utara, menjadi korban serangan orang tak dikenal (OTK) yang melemparkan batu di jalan raya Medan–Belawan, tepatnya di Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.
Penembakan Rumah Suami Anggota DPRD Jateng
Polres Pekalongan melakukan penyelidikan terkait insiden penembakan yang menimpa Amat Muzakhim (56) alias Boim, suami dari anggota DPRD Jawa Tengah, Nur Fatwah.
Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) di rumah korban yang berada di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (14/2/2026) malam.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan bahwa proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian saat ini masih menjalani pemeriksaan laboratorium guna memastikan jenis dan kalibernya.
“Proyektil ini akan dilakukan pendalaman dan pemeriksaan oleh Bidang Laboratorium Forensik Polda Jateng. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujar Rachmad, Senin (16/2/2026).
Polisi Pastikan Hanya Satu Kali Tembakan
Berdasarkan hasil sementara olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyimpulkan bahwa hanya terjadi satu kali tembakan dalam insiden tersebut.
Proyektil diketahui mengenai bagian atas dek teras rumah korban sebelum kemudian memantul ke bagian bawah. Polisi menemukan pantulan proyektil di sisi kiri garasi rumah.
Rachmad menjelaskan bahwa analisis rekaman CCTV serta pemeriksaan di lokasi menunjukkan tembakan dilepaskan ke arah atas dan tidak secara langsung mengarah kepada korban.
“Pantulan proyektil kemudian kami temukan di sisi kiri garasi rumah korban. Jadi, kesimpulan sementara kami, ini masih mengarah pada aksi teror,” jelasnya.
Kronologi Penembakan di Kedungwuni
Boim mengungkapkan, sebelum kejadian dirinya sempat keluar rumah untuk membeli telur, makan malam, sekaligus menyalurkan bantuan banjir.
Ia kembali ke rumah sekitar pukul 20.30 WIB. Tak lama kemudian, dua orang tamu datang berkunjung.
Situasi berubah ketika salah satu tamu keluar rumah untuk membeli rokok.
Baca tanpa iklan