Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Oya Pigome Angkat Bicara soal Eskalasi Konflik di Kapiraya

Politisi muda asal Deiyai angkat bicara terkait eskalasi konflik yang terjadi di Distrik Kapiraya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Oya Pigome Angkat Bicara soal Eskalasi Konflik di Kapiraya
Istimewa
KONFLIK DI KAPIRAYA - Ketua DPW Partai Ummat Papua Tengah, Oya Pigome,  angkat bicara soal sskalasi konflik sempat terjadi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua 
Ringkasan Berita:
  • Eskalasi konflik sempat terjadi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua
  • Penyebab konlik diduga dipicu soal tapal batas dan hak ulayat mengingat di wilayah itu  terjadi aktivitas penambangan
  • Oya Pigome, salah satu tokoh pemuda Papua, mengatakan penting untuk segera meredakan konflik yang terjadi

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Politisi muda asal Deiyai angkat bicara terkait eskalasi konflik yang terjadi di Distrik Kapiraya.

Kapiraya merupakan sebuah distrik di Kabupaten Deiyai, Papua, Indonesia.

Distrik ini terletak berdekatan dengan batas wilayah Kabupaten Dogiyai dan Paniai, yang seringkali diakses dari wilayah Tigi atau Waghete. 

Ketua DPW Partai Ummat Papua Tengah, Oya Pigome, setuju dengan solusi untuk sementara menghentikan seluruh aktivitas eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) ilegal di wilayah tersebut, yang ditengarai kuat menjadi akar pemicu bentrokan antarwarga selama ini.

Oya Pigome mengatakan praktik-praktik penambangan atau pengerukan kekayaan alam tanpa izin di Kapiraya harus segera diakhiri.

"Aktivitas ilegal tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menciptakan gesekan sosial yang mengorbankan masyarakat adat," ujar Pigome, Senin (16/2/2026).

Langkah Darurat Redam Konflik Tapal Batas

Rekomendasi Untuk Anda

Konflik sosial di Kapiraya, yang melibatkan Suku Mee dan Suku Kamoro, dipicu oleh persoalan tapal batas dan hak ulayat yang telah memanas.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah merespons cepat dengan mengeluarkan kebijakan penghentian sementara seluruh kegiatan yang berpotensi memperkeruh suasana, termasuk tambang rakyat dan penerbangan.

"Harus ada kebijakan ini diberlakukan sebagai langkah darurat untuk meredam konflik sosial yang melibatkan masyarakat adat Suku Mee dan Suku Kamoro yang telah berlangsung sejak Rabu 11 Februari 2026 lalu," ujarnya.

"Bapak Gubernur sangat konstruktif. Koordinasi lintas 3 kabupaten di Provinsi Papua Tengah yakni Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Timika. Ini krusial untuk membentuk tim penanganan konflik yang solid di wilayah perbatasan," katanya.

Menurut Pigome Kolaborasi ini penting untuk memastikan penanganan konflik berjalan efektif dan terkoordinasi di semua tingkatan pemerintahan.

Politisi Muda Asal Deiyai ini sangat berharap semoga pemerintah dan lembaga-lembaga adat masyarakat dapat bekerja secepat mungkin untuk memastikan konflik tidak menyebar dan meluas ke wilayah lain. Dengan kerja sama semua elemen masyarakat dan pemerintah, diharapkan perdamaian dapat segera terwujud di Kapiraya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas