Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Publik 95,5 Persen, Diperhitungkan Jadi Calon Pemimpin Nasional
Survei Indikator: Kepuasan publik terhadap Dedi Mulyadi tembus 95,5%, namanya mencuat di kancah nasional.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Indikator Politik Indonesia mencatat kepuasan publik terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen.
- Angka ini stabil dan bahkan meningkat tipis dibanding survei sebelumnya. Dukungan tertinggi datang dari Gen Z dan lulusan SLTA.
- Tingginya approval rating membuat nama Dedi mulai diperhitungkan di level nasional sebagai figur potensial calon presiden.
TRIBUNNEWS.COM - Indikator Politik Indonesia mencatat kepuasan publik terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencapai angka impresif 95,5 persen.
Capaian ini membuat namanya kian mencuat sebagai calon pemimpin nasional, menandai momentum penting dalam perjalanan politiknya.
Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencapai angka sangat tinggi, yakni 95,5 persen.
Angka tersebut terdiri dari 35,8 persen responden yang menyatakan sangat puas dan 59,7 persen cukup puas.
Data ini merupakan hasil survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026.
Founder sekaligus peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Prof Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan survei tersebut melibatkan 800 responden dengan metode multistage random sampling serta margin of error ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Stabil dibanding Survei Sebelumnya
Burhanuddin menyebut, hasil survei ini menunjukkan tingkat kepuasan warga Jawa Barat terhadap Dedi Mulyadi relatif stabil dibandingkan survei Mei 2025 yang berada di angka 94,9 persen.
Meski begitu, terdapat kecenderungan peningkatan tipis.
“Di hampir seluruh kabupaten/kota, angka kepuasan berada di atas 90 persen,” kata Burhanuddin, Senin (16/2/2026).
Gen Z dan Lulusan SLTA Paling Puas
Secara demografis, tingkat kepuasan tertinggi tercatat pada kelompok Generasi Z yang mencapai 98,1 persen.
Sementara berdasarkan latar pendidikan, lulusan SLTA menunjukkan tingkat kepuasan paling tinggi, yakni 98,7 persen.
Burhanuddin menilai capaian di atas 90 persen merupakan hal yang jarang terjadi bagi kepala daerah di Indonesia.
“Tingkat kepuasan yang terlalu tinggi mempertahankan saja sudah cukup bagus, karena di banyak tempat tidak mudah mendapatkan approval rating setinggi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, hampir tidak ada responden yang menyatakan tidak puas sama sekali. Hanya sekitar 4 persen yang mengaku kurang puas.
Mulai Dibicarakan di Level Nasional
Tingginya tingkat kepuasan publik ini, kata Burhanuddin, membuat nama Dedi Mulyadi mulai ramai dibicarakan masyarakat di luar Jawa Barat, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu figur potensial calon Presiden Republik Indonesia.
Baca tanpa iklan