Hari Ini Jemaah Ponpes Mahfilud Duror di Jember Jawa Timur Sudah Berpuasa Ramadan 1447 H
Hari ini, Selasa (17/2/2026) ratusan jemaah Pondok Pesantren Mahfilud Duror di Jember Utara, Jawa Timur sudah melaksanakan puasa
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Hari ini, Selasa (17/2/2026) ratusan jemaah Pondok Pesantren Mahfilud Duror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember Utara, Jawa Timur sudah melaksanakan ibadah puasa 1447 H.
- Mereka melaksanakan salat Tarawih, Senin (16/2/2026) malam.
- Penetapan awal Ramadan tersebut, tidak menggunakan metode rukyatul hilal maupun hisab yang digunakan Muhammadiyah.
TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Hari ini, Selasa (17/2/2026) ratusan jemaah Pondok Pesantren Mahfilud Duror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember Utara, Jawa Timur sudah melaksanakan ibadah puasa 1447 H.
Mereka melaksanakan Salat Tarawih, Senin (16/2/2026) malam.
Baca juga: Ramadan 2026: Daftar Durasi Puasa di Seluruh Dunia, Greenland 17 Jam, Indonesia 13 Jam, Chili 11 Jam
Ratusan warga dan santri melaksanakan salat Tarawih secara khusyu' pada pukul 19.30 WIB.
Mereka melaksanakan Salat Tarawih 23 rakaat.
Metode Awal Puasa
Pengasuh Ponpes Mahfilud Duror KH Ali Wafa Abdullah mengakui penetapan awal Ramadan tersebut, tidak menggunakan metode rukyatul hilal maupun hisab yang digunakan Muhammadiyah.
Dia mengatakan, penetapan awal puasa ini dihitung lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya.
Selain itu, kata dia, hal ini juga dihitung enam hari setelah penetapan wukuf.
"Tahun kemarin kami mengawali Ramadan pada hari Jumat. Saya hitung lima hari tepatnya sekarang ini, yang kedua kami melihat wukuf itu hari Kamis. Jadi kalau Kamis dihitung pakai rukun iman enam," ujarnya.
Menurutnya, hitungan tersebut merupakan ajaran dari guru kiai sepuh Ponpes ini bernama KH Abdul Hamid, berdasarkan kitab Nushatul Majaalis wa Muntohabul Nafaais bahkan telah diterapkan sejak 1826.
"Hitungannya lima hari dari ramadan pertama, akan menjadi awal Ramadan selanjutnya," papar Ali Wafa.
Ia menilai perbedaan penetapan awal Ramadan bagian dari keragaman yang jadi rahmat Tuhan.
"Jadi saya mengawali sekarang, mungkin yang lain akan mulai besok atau lusa itu semua benar, tidak ada yang salah. Yang salah itu yang tidak puasa," ucap Ali Wafa.
Berdasarkan metode hitungannya, Ali Wafa menetapkan ibadah puasa bagi kaumnya pas 30 hari.
Baca tanpa iklan