Polda DIY Didesak Selidiki Otak Teror Terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dkk
Jogja Police Watch (JPW) desak Polda DIY untuk mengusut tuntas teror yang dialamatkan kepada Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto.
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Jogja Police Watch (JPW) desak Polda DIY mengusut tuntas teror yang dialamatkan kepada Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto.
- Teror ini makin hari makin panjang, ibunda Tiyo Ardianto ikut jadi korban teror.
- Bahkan sejumlah pengurus BEM UGM juga kena teror serupa.
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Jogja Police Watch (JPW) mendesak Polda DIY mengusut tuntas teror yang dialamatkan kepada Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto.
Termasuk rentetan teror yang juga dialami oleh ibunda Tiyo Ardianto serta sejumlah pengurus BEM UGM beberapa waktu lalu.
Polda DIY Terkesan hanya Diam
JPW menilai teror dan intimidasi terhadap seseorang yang mengkritisi pemerintah merupakan ancaman serius dalam perjalanan demokrasi saat ini.
“Hingga kini pihak kepolisian dalam hal ini Polda DIY terkesan memilih diam terhadap teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM tersebut,” kata Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
JPW menduga teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM itu ada kaitannya dengan mengkritisi kebijakan pemerintah mulai dari MBG, kemudian berkirim surat ke UNICEF atas tragedi siswa SD di NTT yang mengakhiri hidupnya karena persoalan ketidakmampuan orangtuanya secara ekonomi untuk membelikan pensil dan buku.
“Teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM mengingatkan kita semua khususnya kalangan aktivis pada masa orde baru apalagi ada ancaman "Culik Mau? " Jelas itu merupakan ancaman serius yang harus diusut oleh pihak kepolisian,” tegas Bahar.
Baca juga: Mahfud MD: Kritik Tajam Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto via Surat UNICEF adalah Kebebasan Berpendapat
Menurutnya suara-suara kritis dari para aktivis seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan disana-sini terhadap kebijakan saat ini seperti program MBG yang dipaksa meggerus anggaran dari sektor pendidikan.
JPW berharap teror terhadap sejumlah aktivis termasuk aktivis yang saat ini masih menjadi tahanan politik (tapol) untuk tetap semangat dan tidak takut jadi aktivis karena pembungkaman terhadap aktivis termasuk teror dan memproses hukum hanyalah cara pengecut dari orang yang tidak bertanggung jawab.
Sosok Tiyo Ardianto
Menurut laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Tiyo adalah mahasiswa Filsafat UGM.
Tiyo lahir dan berasal dari Kudus, Jawa Tengah.
Ia masuk sebagai mahasiswa baru UGM pada Agustus 2021.
Uniknya, Tiyo bukanlah lulusan sekolah menengah negeri maupun swasta.
Baca tanpa iklan