Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rumah Impian Pedagang Tempe Terwujud Lebih Dari Satu Dekade

Hidup di kontrakan berpindah-pindah selama lebih dari satu dekade, pedagang tempe akhirnya bisa memiliki rumah sendiri berkat KPR BTN

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rumah Impian Pedagang Tempe Terwujud Lebih Dari Satu Dekade
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
PEDAGANG TEMPE - Jaetun, pedagang tempe yang akhirnya memiliki rumah sendiri melalui rumah subsidi KPR BTN di Perumahan Cengklik Permai, Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Difoto pada Kamis (19/2/2026). 

TRIBUNNEWS.COM - Setiap bulan, jutaan rupiah menguap dari kantong Jaetun (40) hanya untuk membayar kontrakan, tanpa satu bata pun menjadi miliknya.

Bayangkan jika jutaan per bulan dikali per tahun, sampai 10 tahun lamanya.

Jaetun pura-pura lupa, lantas jika diingat-ingat bisa membuat dengkulnya lemas.

Setelah menikah pada 2009, Jaetun tidak langsung memiliki tempat tinggal sendiri. 

Ia dan suaminya, Angga Eko Susilo (35), tinggal di rumah orang tua di wilayah Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. 

Kondisi ekonomi mereka belum memungkinkan untuk menyewa apalagi membeli rumah.

Beberapa waktu kemudian, mereka mulai hidup mandiri dengan mengontrak. 

Rekomendasi Untuk Anda

Perpindahan pun tak terhindarkan. Dari Boyolali di daerah Mangu, lalu ke Kanoman selama sekitar tiga tahun, pindah lagi ke Dibal selama dua tahun. 

Total lebih dari satu dekade mereka hidup berpindah-pindah.

Soal uang kontrakan yang dikeluarkan, 

"Kalau per bulan jutaan, per tahun berapa, 10 tahun berapa?" tanya ibu satu anak ini sembari menggelengkan kepala.  

Keinginan memiliki rumah sendiri sebenarnya sudah lama ada, tetapi selalu tertunda karena kondisi keuangan.

“Setelah ngontrak-ngontrak itu pengen punya rumah sendiri. Setiap hari pengen,” jelasnya ketika ditemui pada Kamis, 19 Februari 2026 siang.

Selama masa-masa itu, Jaetun dan suami mengandalkan usaha kecil yang dibangun dari nol. 

Sejak awal menikah, mereka memproduksi tempe untuk dipasarkan ke Pasar Kartasura melalui sistem setoran. 

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas