Ketika Kekerasan Aparat Merenggut Nyawa Pelajar: Komandan Satuan Bungkam, Kapolda Minta Maaf
Kasus tewasnya siswa di Tual menyeret anggota Brimob. Publik menuntut transparansi, Kapolda Maluku minta maaf.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Seorang siswa 14 tahun di Kota Tual tewas usai diduga dianiaya anggota Brimob, satu korban lain luka berat dan masih dirawat.
- Terduga pelaku, Bripda Masias Siahaya, telah ditahan dan menjalani pemeriksaan penyidik Polres Tual.
- Kasus ini menambah daftar kekerasan terhadap anak, dengan 2.031 kasus pelanggaran hak anak tercatat sepanjang 2025.
- Kapolda Maluku menyampaikan permintaan maaf, sementara keluarga korban mendesak pengusutan transparan dan tuntas.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus tewasnya seorang remaja di Kota Tual, Maluku jadi sorotan publik.
Bocah berinisial AT (14) dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penganiayaan dari seorang anggota Brimob.
Sementara ada satu korban lainnya yang luka berat karena dianiaya pelaku.
AT yang telah dimakamkan pada Kamis (19/2/2026) kemarin tewas setelah dianiaya oleh Bripda Masias Siahaya, anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku.
Kasus ini menambah panjang kekerasan terhadap anak di bawah umur yang pada tahun 2025 terdapat 2.031 kasus pelanggaran hak anak dengan total 2.063 korban anak.
Terlebih, pelakunya adalah anggota kepolisian yang saat ini institusi tersebut tengah disorot publik karena berbagai kasus yang menjerat.
Mulai dari Kapolres Sleman Kombes Edy Setyanto yang dicopot setelah kasus korban jambret jadi tersangka.
Lalu eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.
Kini, pelaku telah ditahan dan diperiksa oleh penyidik.
Komandan Satuan Sempat Bungkam
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Maluku, Kombes Irfan Marpaung sempat bungkam terkait anggotanya yang menganiaya korban hingga tewas ini.
"Kapolres melaksanakan press release hubungi beliau saja atau kabid humas. Terima kasih," ujar Kombes Irfan kepada TribunAmbon.com.
Baca juga: Sosok Bripda MS Oknum Brimob Aniaya Siswa di Tual, Satu Tewas dan Satu Luka Serius
Kata Orang Tua Korban
Sementara itu, Rijik Tawakal selaku orang tua korban menuntut kasus ini diusut secara transparan.
“Saya minta ini diusut, transparan,” ujar Rijik Tawakal saat dikonfirmasi TribunAmbon.com.
Ia meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut hingga tuntas supaya tak ada lagi kejadian yang sama di kemudian hari.
“Segeralah diusut,” tandasnya.
Baca tanpa iklan