Sosok Bripda DP, Anggota Polda Sulsel Tewas Diduga Dianiaya Senior, Ditemukan Luka Memar di Perut
Bripda DP (19) ditemukan tak bernyawa di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel diduga dianiaya senior. Keluarga korban temukan luka memar dan mulut berdarah.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Bripda DP (19), anggota Ditsamapta Polda Sulsel asal Pinrang, ditemukan meninggal tak wajar di asrama polisi pada Minggu (22/2/2026).
- Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, menuding senior sebagai pelaku penganiayaan dan menuntut kasus ini diusut tuntas.
- Propam Polda Sulsel berjanji melakukan penyelidikan terbuka.
TRIBUNNEWS.COM - Institusi Polri menjadi sorotan di bulan Februari 2026 karena sejumlah kasus yang menjerat anggotanya.
Di Maluku, anggota Brimob berinisial Bripda MS menganiaya pelajar, AT (14) hingga tewas.
Korban dituduh terlibat aksi balap liar sehingga dianiaya menggunakan helm.
Dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan anggota polisi juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Bripda DP (19), anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel tewas tak wajar pada Minggu (22/2/2026) pagi.
Keluarga menemukan luka lebam pada jenazah dan menduga korban dianiaya senior di dalam Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Bripda atau Brigadir Polisi Dua merupakan pangkat terendah dalam golongan Bintara Polri.
Korban berasal dari Pinrang, Sulawesi Selatan dan baru lulus pendidikan polti tahun 2025.
Putra kedua pasangan Aipda Muhammad Jabir dan Sumarni baru setahun berdinas di Polda Sulsel.
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengaku mendapat kabar anaknya tak sadarkan diri di asrama kemudian dibawa ke RSUD Daya Makassar.
Nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Baca juga: YLBHI Usul Pembatasan Peran Brimob, Ketua MPR: Pimpinan Polri Perlu Mendengar
Sebagai anggota polisi yang sudah berdinas 20 tahun, Aipda Muhammad Jabir mengetahui tanda-tanda kekerasan pada jasad anaknya.
"Pemeriksaan awal ada luka memar di perut dan leher. Indikasi (kekerasan) karena masih sementara autopsi di dalam dan ada videonya luka memar di perut sebelah kanan," ucapnya, dikutip dari TribunMakassar.com.
Ia menuding senior di Polda Sulsel sebagai pelaku penganiayaan dan meminta kasus ini diusut tuntas.
"Kami akan proses minta keadilan, apabila ada penganiayaan kami serahkan ke penyidik Polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiaya kejadian tadi pagi," katanya.
Baca tanpa iklan