Lagi Prajurit TNI Gugur, Jasad Serda Hardiman Terbakar saat Pos Jaga PT Kristalin Diserang KKB
Serda Hardiman, anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih meninggal dunia akibat penyerangan KKB saat dia tengah melaksanakan tugas monitoring.
Penulis:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Serda Hardiman, anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih meninggal dunia akibat penyerangan KKB di Pos Penjagaan PT Kristalin di Nabire.
- Seorang lainnya yang menjadi korban tewas adalah karyawan T Kristalin.
- Jenazah salah satu korban telah dikenali oleh pihak keluarganya karena memiliki tanda khusus di bagian mulut.
TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Aparat keamanan kembali menjadi korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tanah Papua.
Serda Hardiman, anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih meninggal dunia akibat penyerangan KKB saat dia tengah melaksanakan tugas monitoring Wilayah di Nabire.
Baca juga: Mengenal Kampung Biha di Nabire, Lokasi Pos Jaga PT Kristalin yang Diserang, 2 Orang Tewas Terbakar
Tak hanya Serda Hardiman, seorang warga sipil bernama Aksay Sandika Moho juga menjadi korban jiwa.
Aksay merupakan karyawan PT Kristalin Ekalestari (KEL).
Keduanya menjadi korban saat KKB menyerang dan membakar pos penjagaan PT Kristalin Ekalestasi di Bendungan Kali Musairo, Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Identitas kedua korban awalnya tak diketahui selama beberapa hari lantaran kondisinya yang terbakar cukup parah hingga akhirnya teridentifikasi sebagai Serda Hardiman dan Aksay Sandika Moho.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto membenarkan salah satu anggotanya gugur dalam peristiwa pembakaran Pos Jaga PT Kristalin Ekalestari di Nabire.
"Kami mewakili pihak Kodam, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan," kata Kapendam Purwanto.
Baca juga: PT Kristalin Serahkan ke Polisi Penyelidikan Kasus Penyerangan Pos Penjagaan yang Tewaskan 2 Orang
Kapendam mengatakan jenazah salah satu korban telah dikenali oleh pihak keluarganya karena memiliki tanda khusus di bagian mulut.
Jenazah Serda Hardiman, Senin (23/2//2026) telah diberangkatkan untuk proses pemakaman di Maros, Sulawesi Selatan.
"Jenazah Serda Hardiman telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros," jelasnya.
Pos Jaga Bukan Milik TNI
Kapendam Letkol Inf Tri Purwanto menegaskan bahwa pos jaga PT Kristalin Eka Lestari (KEL) yang menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan pos TNI.
Baca tanpa iklan