Sosok Raihan Muzafar, Pembacok Mahasiswi UIN Suska Riau, Dikenal Introvert dan Baper ke Korban
Mahasiswa membacok mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau karena cintanya ditolak, pelaku kini ditahan.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Seorang mahasiswa bernama Raihan Muzafar membacok mahasiswi Farradhila Ayu Pramesti di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Kamis (26/2/2026) pagi saat kampus ramai.
- Pelaku yang dikenal introvert diduga sakit hati karena cintanya ditolak korban sejak KKN, lalu merencanakan penyerangan dengan membawa parang dan kapak ke kampus.
- Raihan telah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hingga 12 tahun penjara, sementara korban dirawat dan kondisinya berangsur membaik.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kembali terulang.
Terbaru, insiden berdarah menggegerkan sivitas akademika Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.
Seorang mahasiswa nekat membacok teman perempuannya saat kampus sedang ramai, pada Kamis (26/2/2026) pagi.
Identitas korbannya diketahui Farradhila Ayu Pramesti (23), asal Kecamatan Bintan Timur, Kepulauan Riau.
Siapa pelakunya?
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, pelaku pembacokan bernama Raihan Muzafar (21).
Ia terdaftar sebagai mahasiswa aktif di data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), diakses Kamis (26/2/2026) pukul 16.32 WIB.
Raihan Muzafar masuk UIN Suska Riau pada 1 Juli 2022.
Ia mengambil jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum.
Kini, sudah semester VIII.
Raihan Muzafar sendiri berasal warga asal Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Baca juga: Nasib Mahasiswa UIN Riau yang Bacok Mahasiswi, Terancam 12 Tahun Penjara, Sudah Siapkan Sajam
Dikenal Introvert dan Baper ke Korban
Sahabat korban, Azzah Daffa membongkar sosok dari Raihan Muzafar.
Selama di kampus, pelaku dikenal sebagai pribadi yang introvert.
Introvert adalah tipe kepribadian yang cenderung mendapatkan energi dari waktu menyendiri.
Sementara momen pertama perkenalan pelaku dan korban berawal dari satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) beberapa waktu lalu.
Baca tanpa iklan