Kapolda Lampung dan Kapolda Banten Gelar Pertemuan Bahas Kelancaran Arus Mudik Merak-Bakauheni
Polda Lampung dan Polda Banten bersama para pemangku kepentingan menggelar pertemuan untuk membahas kesiapan arus mudik Lebaran.
Editor:
Content Writer
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Bayu Saputra
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung dan Polda Banten bersama para pemangku kepentingan menggelar pertemuan untuk membahas kesiapan arus mudik Lebaran serta pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 26 Maret 2026, Jumat (27/2/2026).
Rapat yang digelar di Siger Lounge Polda Lampung tersebut dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, perwakilan KSOP, ASDP, BMKG, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Lampung, pengelola pelabuhan, serta jajaran terkait lainnya yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf memastikan pertemuan itu guna mematangkan persiapan arus mudik lebaran dan Operasi Ketupat 2026.
"Jadi kita bahas terkait dengan persiapan untuk melaksanakan pengamanan di rencana Operasi Ketupat 2026," kata Irjen Pol Helfi Assegaf di Polda Lampung.
Pihaknya juga sudah mendiskusikan bersama untuk melakukan sinkronisasi data yang di miliki masing-masing, baik Polda Lampung, Polda Banten, Kementerian Perhubungan, dan stakeholder terkait lainnya.
"Jadi hasil evaluasi kita di 2024-2025 untuk kita lengkapi. Untuk kelancaran pada pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi kapal laut," kata Helfi.
Kaitan dengan hal itu, Polda Banten dan Polda Lampung akan saling koordinasi situasi dan kondisi arus mudik di pelabuhan Merak dan Bakauheni. Sehingga bisa dilakukan antisipasi demi kelancaran arus mudik lebaran 2026.
"Nanti dari pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni bisa terkoordinasi dengan baik dan terkonsultasi dengan baik. Demi kelancaran arus mudik," papar Helfi Assegaf.
"Kita lakukan penguraian masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut tersebut nanti di tujuh dermaga yang ada di Bakauheni," lanjutnya.
"Kemudian kita juga siapkan buffer zone di lima rest area, di KM 20, 49, kemudian 87 dan 153," sambung Helfi.
Polda Lampung juga intens berkoordinasi dengan pengelola tol PT Hutama Karya agar nanti saat arus mudik lebaran menyiapkan rest area sebagai kantung parkir dan lokasi istirahat pemudik. Di rest area tol dipastikan akan dibangun posko pengamanan lebaran.
"Rest area ini dipersiapkan agar saat terjadi penumpukan di zona kuning maupun zona merah, bisa di urai," kata Helfi.
Dari hasil evaluasi 2025, peningkatan jumlah pemudik cukup tinggi, terutama pengendara motor yang ada di angka 396 persen.
"Tahun lalu sudah dibantu oleh pemerintah dengan mengurai di Pelabuhan Tanjung Priok ke Panjang ada kebijakan gratis untuk pemotor," kata Helf.
Baca tanpa iklan