Capaian Daerah, Ketua TPPD Buktikan Pertumbuhan Ekonomi Jateng di Pulau Jawa
Zulkifli Gayo, memaparkan laporan capaian satu tahun kepemimpinan Luthfi-Yasin
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Ketua TPPD Jateng memaparkan laporan capaian satu tahun kepemimpinan Luthfi-Yasin
- Ia memberi pesan khusus kepada mahasiswa dan aktivis BEM agar tetap kritis namun berbasis pada kajian data yang kuat
- Namun tidak kemudian terprovokasi oleh ajakan negatif seperti boikot pajak kendaraan yang muncul tanpa dasar informasi
TRIBUNNEWS.COM - Kinerja ekonomi daerah menjadi parameter penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan nasional.
Di antara provinsi di Pulau Jawa, Jawa Tengah diklaim mencatat performa yang kompetitif dalam setahun terakhir, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga tingkat pengangguran.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Dr. Zulkifli Gayo, menyebut tujuh dari delapan indikator RPJMD kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin telah tercapai.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan konsistensi kebijakan pembangunan berbasis data di bawah kepemimpinan Guburnur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin.
Zulkifli Gayo, memaparkan laporan capaian satu tahun kepemimpinan Luthfi-Yasin.
Zulkifli memberikan pesan khusus kepada mahasiswa dan aktivis BEM agar tetap kritis namun berbasis pada kajian data yang kuat. Namun tidak kemudian terprovokasi oleh ajakan negatif seperti boikot pajak kendaraan yang muncul tanpa dasar informasi yang benar.
"Mengukur kinerja kepemimpinan tidak bisa berdasarkan isu medsos. Kalau mengkritisi harus berbasis data dan kajian," ungkap dia dalam diskusi publik bertajuk Ngabuburit Hukum dan Ekonomi : Anak Muda Waspadai Money Laundry, di Hall Hotel Taman Sari Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/2/2026).
"Dari 8 indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), 7 di antaranya tercapai (kepemimpinan Luthfi-Gus Yasin) dan masuk dalam target," jelasnya.
Dalam acara yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Karanganyar, Bank Jateng dan Solusi Indonesia itu, Zulkifli menekankan bahwa keberhasilan kepemimpinan harus diukur melalui indikator data statistik objektif, bukan berdasarkan opini atau isu yang berkembang di media sosial.
Ia menanggapi narasi negatif di media sosial yang mempertanyakan eksistensi dan kinerja pemerintah provinsi selama setahun terakhir.
Baca juga: Resmi, Pemprov Jateng Pangkas Pajak Kendaraan Bermotor hingga Desember 2026
Zulkifli mengungkapkan secara makro, kondisi ekonomi Jawa Tengah menunjukkan tren yang sangat positif. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Jateng kini berada di angka 5,37 persen. Di mana angka itu yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kita sekarang nomor dua terbesar di Pulau Jawa untuk pertumbuhan ekonomi, jauh lebih clear dibanding tetangga sebelah. Inflasi kita juga sangat stabil di bawah 3 persen, tepatnya di angka 2,72 persen," ujar Zulkifli Gayo saat memaparkan data BPS.
Selain itu, ia membeberkan penurunan tingkat pengangguran terbuka yang kini berada di posisi 4,66 persen. Angka ini diklaim lebih baik jika disandingkan dengan provinsi besar lainnya seperti Jawa Barat, Banten, bahkan DKI Jakarta.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai infrastruktur jalan yang kerap viral apalagi menjelang Lebaran 2026, Zulkifli meminta publik untuk memahami pembagian kewenangan antara pusat, provinsi, dan kabupaten.
Berdasarkan data Kementerian PU, tingkat kemantapan jalan provinsi di Jateng mencapai 89,94 persen.
"Seringkali jalan nasional yang rusak, seperti di Pantura, atau jalan kabupaten yang rusak, semuanya seolah menjadi beban Gubernur. Padahal di UU 23 sudah jelas pembagian kewenangannya. Data menunjukkan kemantapan jalan provinsi kita masih lebih tinggi dibanding Jawa Barat dan Jawa Timur," tegasnya.
Terkait penurunan PAD pada tahun 2025, ia menjelaskan hal tersebut merupakan implikasi dari implementasi UU HKPD yang merubah struktur bagi hasil.
"Porsi pajak yang sebelumnya besar di provinsi, kini dialihkan sebesar 66 persen langsung ke Kabupaten/Kota untuk memperkuat daerah," jelas dia.
Selain Ketua TPPD Jateng, diskusi yang diikuti 100 mahasiswa, siswa dan karang taruna itu diisi oleh sejumlah narasumber di bidang ekonomi yakni dari Bank Jateng Cabang Karanganyar, Ervin Dewi Pratiwi dan local hero Karanganyar, Hervan Miftah Hafidin.
Sementara dalam sesi bidang hukum, diisi oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Era Indah Soraya, Pakar TPPU, Dr Ardhian Dwiyoenanto dan Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Aliana.
Acara digelar oleh Kejaksaan Negeri Karanganyar, Pemkab Karanganyar, Bank Jateng dan Solusi Indonesia itu, juga sejumlah pejabat Bank Jateng Pusat dan Pemimpin Bank Jateng Cabang Karanganyar Muhammad Heru Purnomo. Bahkan untuk memeriahkan acara, salah satunya dimeriahkan oleh bazar UMKM Bank Jateng.