Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemuda di Makassar Tewas Tertembak, Kapoltabes Sebut Senjata Polisi Tak Sengaja Meletus

Seorang pemuda di Makassar tewas tertembak polisi saat membukarkan aksi tembak-tembakan di sebuah jalan, Kapoltabes sebut senjata tak sengaja meletus.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pemuda di Makassar Tewas Tertembak, Kapoltabes Sebut Senjata Polisi Tak Sengaja Meletus
Tribunnews.com/Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
INSIDEN PENEMBAKAN - Suasana rumah mendiang Bertrand Eka Prasetyo, Jl Toddopuli I, Lorong IV, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/3/2026). Sejumlah tamu datang melayat. Seorang pemuda di Makassar tewas tertembak polisi saat membukarkan aksi tembak-tembakan di sebuah jalan, Kapoltabes sebut senjata tak sengaja meletus. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan Omega di Makassar berujung tragis di Makassar.
  • Seorang pemuda di Makassar yang tewas tertembak polisi saat membukarkan aksi tembak-tembakan di sebuah jalan.
  • Kapoltabes menyebut senjata polisi tak sengaja meletus tembak pemuda di Makassar hingga tewas.

TRIBUNNEWS.COM - Selama bulan suci Ramadan 2026 aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis "omega" dengan peluru plastik hingga jeli kian marak di Makassar, Sulawesi Selatan.

Permainan populer ini yang mulanya hanya sebatas hiburan anak-anak, namun semakin hari justru menimbulkan kekhawatiran karena dinilai berpotensi membahayakan warga dan mengganggu ketertiban umum.

Dikutip dari Pemkot Makassar, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyebut permainan ini tidak bisa dianggap sepele dan perlu ditindak tegas.

Munafri menilai, meskipun hanya bersifat permainan, aksi tembak-tembakan dengan peluru plastik maupun jeli tetap memiliki potensi mencederai orang lain serta mengganggu ketertiban umum.

Menurutnya, hal tersebut dapat memicu konflik maupun keresahan di tengah masyarakat.

Baru-baru ini sebuah video viral di media sosial, tentang seorang pemuda di Makassar yang tewas tertembak polisi saat membukarkan aksi tembak-tembakan di sebuah jalan.

Rekomendasi Untuk Anda

Insiden penembakan yang menewaskan seorang pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memicu perhatian luas publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, di kawasan Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui bernama Bertrand Eka Prasetyo (18). 

Ia meninggal dunia setelah tertembak saat aparat kepolisian membubarkan aksi tembak-tembakan antar pemuda di badan jalan. 

Menanggapi kejadian ini, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa senjata api yang digunakan anggotanya meletus secara tidak sengaja.

Baca juga: Oknum Perwira Polisi Disebut Tembak Pemuda hingga Tewas di Makassar, Ini Pengakuan Saksi

Kronologi Kejadian

Dalam keterangan pers yang digelar di kantornya di Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (3/3/2026) malam, Arya menjelaskan kronologi awal kejadian.

Ia menyebut laporan pertama diterima sekitar pukul 07.00 WITA dari Kapolsek Rappocini melalui handy talky (HT).

"Jadi kejadiannya adalah pukul 7 pagi, di mana ada laporan dari salah satu kapolsek kami yaitu Kapolsek Rappocini di HT yang melaporkan bahwa ada anak-anak muda yang sedang bermain senapan omega," kata Arya, dikutip dari TribunMakassar.com, Rabu (4/3/2026).

"Dan di situ lalu mencegat orang-orang yang jalan ya, lalu mendorong orang yang jalan juga," lanjutnya.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas