Panic Buying BBM Terjadi di Jember, Medan, dan Aceh, Dipicu Konflik AS-Iran dan Stok BBM 20 Hari
Panic buying BBM meluas di Jember, Medan, dan Aceh awal Maret 2026, dipicu isu konflik Timur Tengah dan pernyataan stok hanya 20 hari.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Febri Prasetyo
Warga berbondong-bondong mendatangi SPBU setelah mendapat pesan berantai tentang kelangkaan BBM pasca serangan Israel ke Iran.
Sementara itu, stok BBM di SPBU Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, habis setelah warga panic buying pada Kamis (5/3/2026) siang.
Pengelola SPBU Lawe Desky, Raqam Bancin, menyatakan BBM yang tersisa hanya bio solar setelah warga memadati SPBU.
Baca juga: Jaga Pasokan Energi Sampai Lebaran 2026, Pertamina Siagakan 345 Kapal Pengangkut BBM
Stok BBM dalam perjalanan dari Medan sehingga warga harus menunggu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, meminta masyarakat tidak menelan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Penyaluran BBM kepada masyarakat saat ini berjalan normal. Stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Sebagian artikel telah tayang di TribunMedan.com dengan judul Warga Medan Panik Isi BBM, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunMedan.com/Haikal) (TribunJatim.com/Imam)
Baca tanpa iklan