Pasca OTT-Bupati Rejang Lebong: Ruang Kerja Disegel, Rumah Dinas Ditutup dan Dijaga Ketat
KPK menangkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dalam OTT terkait dugaan fee proyek. Ruang kerja bupati langsung disegel.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- KPK melakukan OTT terhadap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari pada Senin (9/3/2026) terkait dugaan praktik fee proyek di Pemkab Rejang Lebong.
- Fikri bersama enam pejabat lain diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan.
- Pasca OTT, ruang kerja bupati disegel, sementara rumah dinas ditutup dan dijaga Satpol PP.
- Roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan.
TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari pada Senin (9/3/2026).
Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan praktik pemberian fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Muhammad Fikri Thobari bersama enam pejabat lainnya.
Setelah diamankan, para pihak langsung dibawa ke Jakarta oleh penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
Baca juga: Tak Hanya Bupati, Wakil Bupati Rejang Lebong Juga Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek
Ruang Kerja Bupati-Wakil Bupati Disegel
Pasca operasi tangkap tangan, ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong di kompleks kantor pemerintahan langsung disegel oleh penyidik KPK.
Meski kepala daerahnya terjaring OTT, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal.
Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa.
“Saya meminta dan memastikan roda pemerintahan, khususnya pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Iwan saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (10/3/2026) pagi.
Namun Iwan mengaku belum mengetahui secara rinci kronologi OTT yang dilakukan KPK. Ia mengatakan baru mengetahui informasi tersebut pada dini hari.
“Saya belum tahu secara detail. Saya tahunya saat subuh,” katanya.
Ia juga belum mendapatkan informasi lengkap terkait siapa saja yang turut diamankan bersama Bupati Rejang Lebong dalam operasi tersebut.
“Artinya saya belum dapat informasi siapa saja yang terjaring OTT,” tambahnya.
Baca juga: Sosok Bupati Rejang Lebong yang Terjaring OTT KPK, Tertutup dan Tak Bergaul dengan Warga
Rumah Dinas Tertutup Rapat
Sementara itu, rumah dinas Bupati Rejang Lebong yang berada di Jalan Sukowati, Curup, terlihat tertutup rapat setelah operasi tangkap tangan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (10/3/2026), seluruh pintu rumah dinas dan pagar utama tampak tertutup dan dijaga oleh sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kepala Satpol PP Kabupaten Rejang Lebong Anton Safrizal membenarkan bahwa rumah dinas bupati untuk sementara ditutup bagi masyarakat.
Baca tanpa iklan