Kebakaran Rumah di Sorong: 3 Anak Meninggal Dunia, Polisi Temukan Tulang
Korban adalah Iren Latuharhary (14), pelajar kelas VII SMP, Pangeran Latuharhary (6), kelas I SD, dan Antoni (1).
Penulis:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Kebakaran rumah di Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/3/2026) dini hari menewaskan tiga anak di sebuah rumah dekat TMP Tri Jaya Sakti.
- Korban tewas adalah Iren Latuharhary (14), Pangeran Latuharhary (6), dan Antoni (1), sementara dua anak lainnya berhasil selamat.
- Polisi dari Polresta Sorong Kota masih menyelidiki penyebab kebakaran yang sulit dipadamkan karena lokasi rumah berada di area permukiman yang sulit dijangkau
TRIBUNNEWS.COM, SORONG -Tiga anak menjadi korban tewas akibat kebakaran di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/3/2026) dini hari.
Rumah yang terletak di belakang Kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti, Jalan Layang, Lorong Dua Gang Kunit, Kelurahan Koferbuk, Distrik Sorong merupakan kediaman Amirudin Patiran.
Korban adalah Iren Latuharhary (14), pelajar kelas VII SMP, Pangeran Latuharhary (6), kelas I SD, dan Antoni (1).
Adapun dua anak lainnya berhasil selamat, yaitu Imanuel (5) dan Diran (4).
"Ketiga korban meninggal dibawa ke kamar jenazah rumah sakit sekitar pukul 05.30 WIT," ujar Ketua RT 01/RW 05, Kelurahan Koferbuk Ruben Isir ditemui di kamar jenazah RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.
Ruben menyebut, upaya pemadaman sempat terkendala karena lokasi rumah berada di bagian belakang permukiman, lokasinya mendaki, akses jalan setapak, sehingga sulit dijangkau kendaraan, armada pemadam kebakaran (damkar).
"Warga berusaha memadamkan api, tetapi api terlanjur besar," katanya.
Pantauan Tribunsorong.com di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, sekitar pukul 09.30 WIT, sejumlah tetangga dan kerabat korban berdatangan ke kamar jenazah ruang Kamboja.
Kehadiran mereka sebagai bentuk duka dan simpati atas musibah yang menimpa keluarga Immanuel.
Selain di ruang jenazah, cukup banyak juga warga yang berkumpul di halaman. (tribunsorong.com/ismail saleh)
Kesaksian Korban
Kasatreskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U. Tan, mengatakan, kebakaran diketahui setelah anak Amirudin bernama Immanuel (5) berlari keluar rumah berteriak minta tolong.
"Saksi meminta tolong karena rumah terbakar," ujarnya.
Warga lainnya kemudian mencoba memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya, namun api terlanjur membesar, sehingga tidak dapat dikendalikan.
Baca juga: Kebakaran Melanda Rusun Cinta Kasih Tzuchi Cengkareng, 35 Personel Damkar Diterjunkan
Afriangga menyebut, pihaknya baru memeriksa dua saksi secara lisan di lokasi kejadian.
Baca tanpa iklan