Jelang Puncak Mudik, 33.608 Kendaraan Masuk Semarang Lewat Gerbang Tol Kalikangkung
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai lebih dari 33 ribu unit.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Arus lalu lintas kendaraan pemudik di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung terpantau ramai lancar pada H-5 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Senin (16/3/2026).
- Volume kendaraan yang melintas di gerbang tol utama menuju Kota Semarang tersebut mulai mengalami peningkatan.
- Berdasarkan data yang dihimpun tim peliput Tribunnews.com, jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai lebih dari 33 ribu unit.
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Arus lalu lintas kendaraan pemudik di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung terpantau ramai lancar pada H-5 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Senin (16/3/2026).
Volume kendaraan yang melintas di gerbang tol utama menuju Kota Semarang tersebut mulai mengalami peningkatan.
Baca juga: Mudik Gratis Presisi 2026 Diserbu Warga, 32.721 Pemudik Berangkat dengan 663 Bus dan Kapal
Kendaraan yang melintas didominasi dari arah barat atau Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan data yang dihimpun tim peliput Tribunnews.com, jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai lebih dari 33 ribu unit.
Baca juga: Mudik Lebaran, Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kereta Meningkat
Lonjakan volume kendaraan terjadi pada periode 15 hingga 16 Maret 2026 dengan rata-rata sekitar 1.500 kendaraan per jam melintas di lokasi tersebut.
Arus kendaraan didominasi pemudik dari arah Jakarta dan wilayah barat yang keluar melalui GT Kalikangkung menuju Kota Semarang dan daerah sekitarnya.
Total dalam satu hari tercatat sebanyak 33.608 kendaraan masuk melalui gerbang tol tersebut.
Sebaliknya kendaraan mengarah ke barat atau ke Jakarta tercatat sebanyak 18.323 kendaraan yang melintas GT Kalikangkung.
Meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan, kondisi lalu lintas di GT Kalikangkung masih terpantau ramai lancar dan belum terjadi antrean panjang yang menyebabkan kemacetan berarti.
Petugas juga telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Sebanyak delapan gardu utama dan sembilan gardu tambahan dioperasikan untuk melayani kendaraan yang keluar dari jalan tol.
Dengan total 17 gardu yang beroperasi, diharapkan proses transaksi kendaraan dapat berlangsung lebih cepat sehingga antrean dapat diminimalisir.
Sementara itu, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Baca juga: Cerita Unik Mudik: Demi Hobi, Haryanto Bawa Joran Pancing Saat Mudik ke Salatiga Jateng
Pada periode tersebut, operator jalan tol melalui diskresi kepolisian juga bakal menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way guna mengurai kepadatan kendaraan di jalur tol.
Baca tanpa iklan