Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Macet Parah di Gilimanuk hingga 20 Km, Pemudik Terjebak Belasan Jam

antrean kendaraan pada 16 Maret masih didominasi mobil pribadi dan sempat mengular hingga Desa Tukadaya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Macet Parah di Gilimanuk hingga 20 Km, Pemudik Terjebak Belasan Jam
HO/IST/THREADS/JIDDA_KUSNANDAR
MACET PARAH GILIMANUK - Kemacetan parah penyeberangan ke Pulau Jawa di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kemacetan terjadi di ruas jalan pelabuhan Gilimanuk seperti Melaya, Tabanan dan Negara 

Ringkasan Berita:
  • Selain faktor volume kendaraan, Koster menyoroti kondisi infrastruktur jalan Denpasar-Gilimanuk yang sudah tidak memadai 
  • Total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai H-10 sampai H-7 tercatat 152.224 orang

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Macet horor terjadi di jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.  

Antrean kendaraan pada 16 Maret masih didominasi mobil pribadi dan sempat mengular hingga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, sekitar 20 kilometer dari pelabuhan.

Total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai H-10 sampai H-7 tercatat 152.224 orang atau turun 11,7 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 172.419 orang.

Menurut informasi terakhir yang diperoleh Tribun Bali, antrean kendaraan sempat menyentuh di Kecamatan Negara pada dini hari. Namun kemarin, antrean masih di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya atau berjarak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk

Artinya arus mudik masih terus meningkat sejak kemarin hingga saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara pantauan di lapangan, jalur khusus untuk sepeda motor justru masih tampak lengang. 

Namun begitu, suasana di jalur utama masuk ke Terminal Kargo Gilimanuk dan gang pemukiman warga masih penuh.

“Saya berangkat jam 12 malam kemarin. Tiba di sini (Terminal Kargo Gilimanuk) jam 17.00 WITA,” ucap seorang sopir travel, Ipung (50) saat ditemui Tribun Bali, kemarin.

Dia mengakui, tahun ini merupakan kondisi macet paling parah dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebab, jika sebelumnya kemacetan hanya sampai di Hutan Cekik atau berjarak sekitar 5-7 kilometer. 

“Kami harap ke depannya tak seperti ini lagi,” harapnya.

Pemudik lain Dewi (56) mengakui berangkat dari rumahnya di Jembrana pukul 09.00 WITA. Namun dia serta keluarganya justru terjebak macet panjang. 

Baca juga: Penyebab Kemacetan Parah di Pelabuhan Gilimanuk Bali: Pemudik Ingin Hindari Penutupan saat Nyepi

Parahnya, sekitar pukul 05.00 pagi, dirinya baru masuk ke kawasan Terminal Manuver Pelabuhan Gilimanuk

“Dari pagi ketemu dini hari baru masuk pelabuhan. Macetnya parah,” ucapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas