Demi Pulang Kampung, Pemudik Bertahan 20 Jam di Kemacetan Menuju Gilimanuk
Mudik Bali-Jawa diwarnai macet parah. Perjalanan Denpasar–Gilimanuk yang biasanya 5 jam, kini molor hingga 20 jam.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Arus mudik berbarengan dengan Nyepi picu kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
- Waktu tempuh Denpasar-Gilimanuk melonjak dari 5 jam jadi 20 jam.
- Pemudik mengeluh, bahkan ada yang turun dari bus dan naik ojek demi kejar jadwal.
- Antrean kendaraan mencapai lebih dari 20 kilometer.
- DPR usul percepatan waktu bongkar muat kapal untuk mengurai kemacetan.
TRIBUNNEWS.COM - Berdekatannya waktu mudik, Lebaran Idul Fitri 2026, dan Hari Raya Nyepi di Bali membuat tumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk.
Banyak perantau yang mudik di waktu yang bersamaan hingga membuat kepadatan di arah menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Bahkan, kemacetan mencapai puluhan kilometer karena mobilitas masyarakat yang tinggi.
Pelabuhan Gilimanuk sendiri masih terpantau padat per Selasa (17/3/2026) pagi.
Kepadatan menuju Gilimanuk sendiri sudah terpantau sejak Minggu (15/3/2026).
Perjalanan dari Denpasar menuju Gilimanuk yang bisa ditempuh dalam waktu lima jam, berubah jadi 20 jam.
Hal tersebut dikeluhkan oleh seorang pemudik bernama Winda Sari (32).
Ia yang bekerja di Denpasar tersebut harus menghadapi kemacetan panjang saat hendak menyeberang ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Kepada TribunJatim.com, ia mengaku perjalanan mudik kali ini merupakan perjalanan terlama sepanjang hidupnya saat hendak pulang ke Malang, Jatim.
Winda mengatakan, total 20 jam perjalanan yang ia tempuh dari Denpasar menuju Gilimanuk bersama suami dan anaknya yang masih berusia dua tahun.
"Macet parah, naik bis, ditambah antre kapal. Total kemarin 20 jam perjalanan dari Denpasar sampai antre kapal," ujar Winda, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Arus Mudik via Pelabuhan Gilimanuk Bali Masih Padat Merayap Selasa Pagi, Kendaraan Mengular
Ia kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Malang setelah sampai di Ketapang.
Pemudik lain, Ansori (43) bahkan rela turun dari bus yang terjebak macet.
Ia pun naik ojek untuk melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan.
"Antrean lebih dari 20 kilometer, jadi saya turun naik ojek. Kalau tidak begitu bisa ketinggalan kereta. Mending nunggu lama tapi di stasiun," ujar Ansori saat ditemui di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.
Menurutnya, ia menggunakan jasa ojek karena sudah hapal dengan jalan-jalan alternatif menuju pelabuhan.
"Kalau ojek kan sudah tahu jalan-jalan kecil, jadi bisa langsung diantar ke pelabuhan dan tidak ikut antre kendaraan," jelasnya, Senin (16/3/2026).
Saran dari DPR RI
Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono pun mengusulkan pemotongan waktu Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi harus lebih efektif.
Hal tersebut dilakukan dengan harapan bisa mengurai kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk yang mengekor hingga 24 kilometer hari ini, Selasa (16/3/2026).
Menurutnya, TBB bisa dilakukan hanya dengan waktu tujuh menit saja lalu kapal bisa kembali ke Gilimanuk lagi tanpa membawa muatan untuk menjemput kendaraan dari Pulau Dewata.
"Waktu TBB harus dibatasi. Misalnya tidak boleh lebih dari 10 menit. Agar jumlah trip bisa semakin banyak," kata Bambang, dikutip dari TribunJatim.com.
Menurutnya, proses penurunan penumpang yang saat ini mencapai 15 menit tidak cukup efisien.
"Saya sudah sampaikan ke ASDP dan perhubungan. Tolong dibuat satu standarisasi dalam proses TBB," ucapnya.
PT ASDP Indonesia Ferry sendiri saat ini menetapkan operasi sangat padat untuk penyeberangan lintas Jawa-Bali sejak Senin (16/3/2026).
Operasi tersebut diharapkan bisa mempercepat pergerakan kendaraan dan mengurai antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Cerita Pemudik Bali-Jawa, Perjalanan 5 Jam Berubah Jadi 20 Jam Imbas Pelabuhan Gilimanuk Macet Parah
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Nur Ika Anisa/Aflahul Abidin)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.