Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fendi Bocah Gunungkidul yang Putus Sekolah Demi Orang Tua Terima Bantuan Sembako

Fendi diketahui merawat ibunya yang mengalami lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, sedangkan ayah juga menderita gangguan saraf.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Fendi Bocah Gunungkidul yang Putus Sekolah Demi Orang Tua Terima Bantuan Sembako
HO/IST
BANTUAN UNTUK ANAK - Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul yang datang langsung memberikan bantuan dan dukungan untuk Ahmad Tri Efendi (10). 

Ringkasan Berita:
  • Fendi (10) putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit.
  • Ia menjadi satu-satunya yang aktif mengurus kebutuhan ibunya yang lumpuh.
  • Bantuan datang, pemerintah dan relawan dorong Fendi kembali bersekolah.

 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA — Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk belajar dan bermain, Ahmad Tri Efendi (10) justru menjalani hari-hari penuh tanggung jawab yang tak biasa bagi anak seusianya. Bocah yang akrab disapa Fendi ini terpaksa menghentikan pendidikannya demi merawat kedua orang tuanya yang sakit di rumah sederhana mereka di Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul provinsi DI Yogyakarta. 

Kisahnya yang menyentuh hati kini mengetuk kepedulian banyak pihak, termasuk Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul yang datang langsung memberikan bantuan dan dukungan.

Kunjungan Pasbata ke rumah Fendi bukan sekadar seremonial. Mereka membawa bantuan nyata berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan berbagai keperluan harian lainnya untuk meringankan beban keluarga tersebut.

Baca juga: Tak Mampu Beli LKS, Siswa SMA di Riau juga Masih Pakai Seragam SMP, Nyaris Putus Sekolah

Dalam kesempatan itu, rombongan juga bertemu dengan Slamet, ayah Fendi, untuk memberikan semangat di tengah kondisi kesehatan yang terbatas.

Mereka berharap, di tengah situasi sulit yang dihadapi, Fendi tetap memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Fendi diketahui merawat ibunya yang mengalami lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf. Sementara sang ayah juga menderita gangguan saraf yang membatasi aktivitasnya. Dalam kondisi tersebut, Fendi menjadi sosok paling aktif di rumah, mulai dari memberi minum, membantu merawat ibunya, hingga setia menemani hingga larut malam.

Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan,” ujarnya, Jumat(20/3/2026).

Ia menambahkan, pihaknya siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar Fendi dapat kembali bersekolah, sekaligus memastikan kedua orang tuanya mendapatkan penanganan kesehatan yang layak.

“Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya,” lanjut Martin.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali mengenyam pendidikan melalui pendekatan khusus, serta memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan kedua orang tuanya.

Ketua RT setempat, Wahono, mengungkapkan bahwa Fendi sebenarnya sempat bersekolah. Namun, saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi sang ibu memburuk—mulai dari kehilangan penglihatan hingga mengalami gangguan saraf yang berujung lumpuh.

“Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada support dari orang tua karena keduanya sakit,” jelas Wahono.

Kondisi sang ayah yang juga mengalami gangguan saraf semakin memperburuk situasi. Dalam keseharian, Fendi menjadi satu-satunya yang aktif merawat ibunya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas