Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jalur Puncak Bogor Padat pada H+2 Lebaran 1447 H, Polisi Terapkan One Way

H+2 Idul Fitri 1447 H, arus Puncak Bogor naik 35 persen. Polisi terapkan one way lebih awal untuk urai kemacetan wisata.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Jalur Puncak Bogor Padat pada H+2 Lebaran 1447 H, Polisi Terapkan One Way
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
PUNCAK BOGOR- Kepadatan kendaraan di Puncak saat libur Idul Fitri 1447 H, polisi berlakukan sistem one way sejak pagi. 

Wilayah Puncak mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor seperti Cisarua, Ciawi, dan Megamendung, serta wilayah Kabupaten Cianjur seperti Cipanas dan Pacet.

Seluruh kawasan tersebut terhubung oleh jalur utama Jalan Raya Puncak yang kerap menjadi titik kepadatan kendaraan saat akhir pekan dan libur panjang.

Dari sisi sejarah, nama “Puncak” telah dikenal sejak abad ke-15, salah satunya tercatat dalam naskah kuno Sunda, Bujangga Manik.

Jalur ini kemudian berkembang pesat pada masa kolonial saat pembangunan Jalan Raya Pos yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Keindahan alam Puncak bahkan memikat perhatian Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang sempat membangun Restoran Riung Gunung sebagai tempat menikmati panorama pegunungan.

Kini, kawasan Puncak semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Beragam objek wisata menarik dapat ditemukan di sini, mulai dari Taman Safari Indonesia, Taman Bunga Nusantara, Kebun Raya Cibodas, hingga Telaga Warna.

Selain itu, hamparan Perkebunan Teh Gunung Mas menjadi ikon wisata alam yang menawarkan pengalaman “healing” dengan pemandangan hijau yang menenangkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak hanya destinasi lama, kawasan ini juga menghadirkan wisata baru yang tengah viral seperti Enchanting Valley Bogor, yang menawarkan konsep liburan terpadu (one-stop vacation) untuk keluarga.

Akses menuju Puncak pun cukup mudah, baik melalui Jalan Tol Jagorawi maupun jalur nasional. Namun, tingginya minat wisatawan membuat kawasan ini rawan macet, bahkan memunculkan fenomena “joki jalur alternatif” yang menawarkan jalan pintas.

Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau pengendara tetap berhati-hati dan menghindari jalur tikus yang berisiko, karena kondisi jalan yang sempit, berkelok, dan melewati permukiman warga.

Dengan perpaduan sejarah, keindahan alam, dan ragam destinasi wisata, Puncak tetap menjadi magnet utama bagi masyarakat Jabodetabek yang ingin melepas penat dan menikmati udara pegunungan yang segar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas