Ritual Pecah Semangka di Depan Mobil Jenazah Michael Bambang Hartono, Ini Makna dan Asal-usulnya
Ritual pecah semangka dilakukan tepat sebelum mobil jenazah berangkat menuju kompleks pemakaman keluarga di Godo Desa Punjulharjo Rembang, Jawa Tengah
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Secara turun-temurun, tradisi pecah semangka diyakini berakar dari legenda Kaisar Li Shimin dari Dinasti Tang.
- Iring-iringan jenazah menuju Rembang dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan Polisi Militer.
- Suara pecahan semangka itulah yang paling membekas dan menjadi simbol sederhana
TRIBUNNEWS.COM, KUDUS – Suara pecahan semangka yang menghantam aspal di depan mobil jenazah memecah keheningan pagi di halaman GOR Djarum Jati, Rabu (25/3/2026). Di tengah suasana duka pelepasan jenazah bos Djarum, Michael Bambang Hartono, ritual itu menjadi penanda perpisahan terakhir, sebuah tradisi sakral dalam budaya Tionghoa yang sarat makna, melambangkan berakhirnya perjalanan hidup di dunia sekaligus harapan agar arwah almarhum menempuh jalan yang lapang menuju keabadian.
Baca juga: Belasungkawa Masih Mengalir, Karangan Bunga Berjejer Penuhi Beranda Rumah Duka Bos Djarum
Prosesi pecah semangka dilakukan tepat sebelum mobil jenazah diberangkatkan menuju kompleks pemakaman keluarga di Godo, Desa Punjulharjo, Rembang, Jawa Tengah. Salah satu anggota keluarga maju ke depan, lalu membanting semangka hingga terbelah. Dalam kepercayaan etnis Hokkian, ritual ini diyakini sebagai simbol pelepasan beban duniawi serta pembuka jalan bagi perjalanan roh agar tidak mengalami hambatan di alam baka.
Rangkaian pelepasan sendiri diawali dengan misa yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.45 WIB, dipimpin oleh Romo Leonardus Tinah Kusumah. Dalam khotbahnya, jemaat diajak merenungi kehidupan dan pentingnya pertobatan, seiring kepergian sosok yang telah menuntaskan perjalanan hidupnya.
Sejak pagi, karyawan PT Djarum memadati lokasi persemayaman. Mengenakan pakaian putih, mereka bergantian masuk ke dalam gedung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah lama mereka kenal.
Sekitar pukul 08.40 WIB, peti jenazah berwarna cokelat dikeluarkan dari dalam GOR. Di barisan terdepan, keluarga inti berjalan mengenakan pakaian hitam. Peti jenazah kemudian didorong menggunakan brankar oleh delapan anggota TNI, sebelum akhirnya diangkat oleh enam anggota Polisi Militer untuk dimasukkan ke dalam mobil jenazah.
Baca juga: Jenazah Bos Djarum Bambang Hartono Tiba di Rumah Duka Grand Heaven Pluit Jakut, Disemayamkan 3 Hari
Momen pecah semangka menjadi titik emosional dalam prosesi tersebut. Setelah ritual dilakukan, mobil jenazah perlahan bergerak meninggalkan lokasi. Di sepanjang halaman GOR, ratusan karyawan, petugas keamanan, hingga unit pemadam kebakaran milik Djarum berbaris rapi, memberikan penghormatan terakhir.
Secara turun-temurun, tradisi pecah semangka diyakini berakar dari legenda Kaisar Li Shimin dari Dinasti Tang. Dalam kisah itu, semangka menjadi simbol persembahan dan pengantar bagi roh dalam perjalanannya ke alam setelah kematian.
Iring-iringan jenazah menuju Rembang dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan Polisi Militer. Sejumlah tokoh pengusaha dan pejabat daerah turut hadir melepas kepergian sang taipan, di antaranya Harjanto Halim, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, serta Ketua DPRD Kudus Masan.
Namun di antara seluruh rangkaian prosesi, suara pecahan semangka itulah yang paling membekas—menjadi simbol sederhana, namun penuh makna, tentang perpisahan, keikhlasan, dan doa agar perjalanan terakhir almarhum berlangsung tanpa halangan.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul 'Ada Ritual Pecah Semangka di Tengah Prosesi Pemakaman Bos Djarum'
Baca juga: Sosok Moncer 4 Anak Bambang Hartono, Bos Djarum yang Meninggal, Ada CEO PT Grand Indonesia
Baca tanpa iklan