Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Merawat Eksistensi Seni Lakon Lewat Ekskul Teater Sokle Karanganyar

Di tengah derasnya pengaruh budaya populer di era modern, masih ada upaya anak muda nguri-uri atau melestarikan seni lakon.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Merawat Eksistensi Seni Lakon Lewat Ekskul Teater Sokle Karanganyar
Tribunnews.com/Ist
PENTAS TEATER - Teater Sokle SMA Negeri Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, sukses menyelenggarakan pentas produksi ke-19 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta, Jumat (27/3/2026) malam. Teater Sokle mementaskan sebuah naskah yang berjudul "Memahat Atma" karya Sari Martanti dan disutradari oleh Yuliansyah Rino. 

Ringkasan Berita:
  • Teater Sokle SMA Karangpandan jadi wadah pelestarian seni lakon bagi siswa
  • Pentas produksi ke-19 sukses digelar dengan naskah Memahat Atma di Surakarta
  • Dukungan sekolah dan latihan intens jadi kunci keberhasilan pementasan teater

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah derasnya pengaruh budaya populer di era modern, masih ada upaya anak muda nguri-uri atau melestarikan seni lakon.

Satu di antaranya melalui wadah ekstrakurikuler Teater Sokle di SMA Negeri Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Teater yang lahir pada 14 Maret 2001 itu menjadi tempat para siswa terlibat dalam berbagai kegiatan teater, seperti pementasan drama hingga festival teater. 

Terbaru, Teater Sokle sukses menyelenggarakan pentas produksi ke-19 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta, Jumat (27/3/2026) malam.

Teater Sokle mementaskan sebuah naskah yang berjudul "Memahat Atma" karya Sari Martanti dan disutradari oleh Yuliansyah Rino.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua Teater Sokle, Marva Thaddea (17) mengaku bersyukur dan bangga pentas berjalan lancar.

"Persiapan pentas teater malam ini membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam bulan, alhamdulillah berjalan lancar," ungkapnya saat dijumpai setelah pementasan.

Teater Arena yang berkapasitas sekitar 330 orang dipenuhi penonton yang hadir dari Solo, Karanganyar, dan sekitarnya.

Siswa kelas XI itu mengatakan pentas produksi diselenggarakan satu tahun sekali.

Menurutnya, bagian yang cukup menantang dalam mempersiapkan pentas pertunjukan teater adalah latihan mendalami peran serta penataan panggung.

Selain itu, para pemeran juga dituntut untuk berlatih di tengah kesibukan mereka.

"Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan alumni-alumni juga banyak yang memberi dukungan dari persiapan, latihan, hingga pementasan," ujarnya.

Baca juga: Menikmati Seni Instalasi dan Panorama Jakarta dari Lantai 85 Gedung Tertinggi di Indonesia

Ia juga mengajak para pelaku teater untuk terus berkarya di tengah perkembangan zaman.

"Jangan lelah untuk berkarya, terus berkarya sampai dewasa," pesannya.

PENTAS TEATER - Teater Sokle SMA Negeri Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, sukses menyelenggarakan pentas produksi ke-19 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta, Jumat (27/3/2026) malam. Teater Sokle mementaskan sebuah naskah yang berjudul
PENTAS TEATER - Teater Sokle SMA Negeri Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, sukses menyelenggarakan pentas produksi ke-19 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta, Jumat (27/3/2026) malam. Teater Sokle mementaskan sebuah naskah yang berjudul "Memahat Atma" karya Sari Martanti dan disutradari oleh Yuliansyah Rino. (Tribunnews.com/IST)
Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas