Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Wonosobo, Ini Kesaksian Warga
Kecelakaan beruntun di Wonosobo tewaskan dua orang, diduga truk blong. Saksi lihat kendaraan sudah berasap sebelum tabrakan
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan beruntun lima kendaraan terjadi di jalur Parakan–Kertek, Wonosobo, Rabu pagi, menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya
- Insiden diduga bermula dari truk Hino yang kehilangan kendali di jalan menurun hingga masuk jalur berlawanan
- Saksi menyebut truk sudah berasap sebelum tabrakan, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti.
TRIBUNNEWS.COM, WONOSOBO - Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di jalur Parakan–Kertek, tepatnya di Dusun Madukoro, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Rabu (8/4/2026) pagi.
Insiden ini sempat menyebabkan kemacetan panjang dan menimbulkan korban jiwa.
Awalnya, kecelakaan dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Namun, berdasarkan pembaruan data kepolisian, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang.
Dua korban tewas diketahui merupakan pengemudi yang terlibat langsung dalam tabrakan.
Baca juga: Sopir Lakalantas Maut Anthony Joshua Dijerat 4 Pasal Berat
Korban pertama berinisial D (39), warga Ciamis, pengemudi truk bak kayu Canter.
Korban kedua berinisial S (37), warga Kertek, pengendara sepeda motor Yamaha Vega, yang sempat dirawat sebelum akhirnya meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.
Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.
Mereka adalah pengemudi truk dump Hino, pengemudi truk Canter, serta pengemudi kendaraan pick up.
Kronologi Kejadian
Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari sebuah truk dump Hino yang melaju dari arah Temanggung (Parakan) menuju Wonosobo.
Saat melintas di lokasi yang merupakan jalan menurun dan menikung, pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan hingga oleng ke kanan.
Truk yang mengangkut batu kapur tersebut kemudian masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju tiga kendaraan lain—dua truk dan satu pick up—serta satu sepeda motor.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari.
Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah, bahkan hingga ringsek di bagian depan.
Baca tanpa iklan