Datang ke Pemkab Gresik Pakai Seragam Keki, Perempuan Ini Ternyata Bawa SK Bodong
Tanda tangan dalam SK tersebut merupakan tanda tangan yang tidak identik dengan pejabat Pemkab Gresik atau terkesan palsu.
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Seorang perempuan berinisial SEP diduga tertipu modus penerimaan ASN di Pemkab Gresik Jawa Timur.
- Kejanggalan muncul pada SK fotokopi, tanda tangan palsu, dan nama tidak terdaftar di instansi resmi.
- BKPSDM Gresik menyelidiki kasus ini setelah sembilan korban datang, sebagian sempat mengikuti kegiatan apel bersama.
TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Seorang perempuan berinisial SEP diduga menjadi korban penipuan modus diterima menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Hal itu terungkap setelah SEP membawa Surat Keputusan (SK) ASN ke ruangan Prokopim Pemkab Gresik, pada Senin (6/4/2026).
Di sana, SEP menghadap ke Kepala Bagian Prokopim Setda Gresik, Imam Basuki dengan membawa sejumlah berkas dan mengenakan pakaian keki.
Berkas-berkas yang dibawa SEP itu menimbulkan sejumlah pertanyaan dan kejanggalan.
Seperti SK yang disodorkan ke Imam Basuki merupkan kertas photo copy dan tertuju ke Bagian Humas Pemkab Gresik.
"Padahal di sini tidak ada bagian humas, adanya Prokopim," ujar Imbas sapaan akrab Imam Basuki, Rabu (8/4/2026).
Banyak Kejanggalan dalam SK
Lebih lanjut, tanda tangan dalam SK tersebut merupakan tanda tangan yang tidak identik dengan pejabat Pemkab Gresik atau terkesan palsu.
"Dan di situ, tahunnya tahun 2024. Kalau ada pegawai baru kami pasti diberitahu BKPSDM, tapi kemarin tidak ada sama sekali," tambahnya.
SEP mengaku sebelumnya bekerja di Kantor Kecamatan Menganti, Gresik.
Baca juga: Polri Minta Waspada Penipuan Modus Masuk Akpol, Oknum Polisi-Sipil Terlibat akan Diproses
"Lalu saya telepon Sekcam Menganti, ternyata tidak ada pegawainya atas nama tersebut. Lalu kami arahkan SEP ke BKPSDM," ucapnya.
Nama Tidak Terdaftar
Tak hanya SEP, setidaknya masih banyak korban yang datang ke Kantor Pemkab Gresik dengan kasus yang sama. Ada yang sempat ikut apel.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan tengah mendalami dugaan penipuan ASN tersebut.
"Saat ini masih didalami tim kami. Kami juga akan memanggil saksi dan juga korban, kemarin yang sudah datang sembilan orang," tandasnya.
2 Warga Klaten Tertipu
Dua warga Klaten, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan dan dijanjikan lolos calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kementerian Hukum dan HAM.
Baca juga: Penipuan Digital Naik Kelas, Masyarakat Perlu Waspadai Perkembangan Scam
Karena peristiwa ini, mereka mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi mengatakan bahwa aksi penipuan ini dialami oleh korban berinisial FK dan MDH yang merupakan warga Kecamatan Ceper.
FK mengalami kerugian sebesar Rp192.000.500, sementara MDH merugi Rp126.000.000.
“Tersangka mengiming-imingi korban dapat masukkan korban mengikuti seleksi CPNS dan dapat meluluskan para korban,” kata Faruk di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026).
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Heboh SK ASN Palsu di Gresik, Sudah 9 Korban Terdata, Ada yang Sempat Ikut Apel
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.