Ledakan di Lapangan Padel di Bogor, Bangunan SD Ikut Terdampak
Ledakan di lapangan padel Bogor merusak bangunan dan berdampak ke SD sebelah. Polisi selidiki penyebab, siswa sementara belajar daring.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Ledakan terjadi di Loxus Padel Club, Gunungputri, Bogor, Kamis pagi.
- Dinding bangunan rusak berat, area sekitar terdampak.
- SDN Ciangsana 03 ikut rusak, kaca kelas pecah dan pagar jebol.
- Polisi pasang garis polisi, penyebab masih menunggu hasil Puslabfor.
- Tak ada korban jiwa; siswa belajar daring, pengelola siap ganti rugi.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah ledakan terjadi di Desa Ciangsana, kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).
Ledakan tersebut terjadi di sebuah bangunan lapangan padel Loxus Padel Club pada pukul 05.16 WIB.
Kerusakan yang diakibatkan oleh ledakan pun cukup berat.
Dinding bangunan terpantau rusak berat.
Bahkan, ledakan juga berdampak terhadap bangunan SDN Ciangsana 03 yang berada tepat di sebelah lapangan padel tersebut.
Mengutip TribunnewsBogor.com, Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra masih belum bisa memastikan penyebab ledakan tersebut.
"Untuk lebih pasti penyebab dugaan penyebab ledakan ini kami belum bisa mengkonfirmasi karena masih menunggu hasil dari Puslabfor nanti," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ledakan tersebut diketahui berasal dari cafe lapangan padel yang berada tepat di sebelah SDN Ciangsana 03.
Pihak kepolisian juga memasang garis polisi di sekitaran lokasi.
"Kita sudah pasang police line untuk mengamankan status quo di sini sambil menunggu hasil nanti akan kami infokan kembali," katanya.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian Kamis pagi ini.
Baca juga: Lapangan Padel di Gunung Putri Bogor Meledak: Bangunan Hancur
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya.
Siswa Belajar Daring
Akibat dari ledakan ini, siswa SDN Ciangsana 03 pun diminta belajar di rumah dalam beberapa hari ke depan.
Kepala SDN 03, Hermansyah mengatakan, anjuran belajar dari rumah tersebut langsung diinstruksikan oleh Dinas Pendidikan.
"Setelah saya konfirmasi ke Dinas Pendidikan dan juga Kasi Pendidikan di kecamatan, beliau menginstruksikan untuk sementara (siswa) daring selama dua hari," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.
Baca tanpa iklan