Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2 Balita Meninggal karena Campak di Cirebon, Baru Dirawat di Rumah Sakit 1 Hari

Dua balita di Cirebon meninggal akibat campak. Kasus ini jadi peringatan serius pentingnya imunisasi dan kewaspadaan gejala awal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Dua balita meninggal setelah kondisi campak memburuk hingga dirawat di ICU.
  • Gejala awal berupa demam dan sesak napas sering dianggap sepele.
  • Komplikasi seperti infeksi otak dan penyakit bawaan memperparah kondisi.
  • Data rumah sakit menunjukkan pasien yang sudah vaksin hanya alami gejala ringan.
  • Puluhan kasus campak tercatat, masyarakat diimbau patuhi imunisasi dan waspada.

TRIBUNNEWS.COM - Kematian dua balita karena campak di Cirebon, Jawa Barat jadi peringatan serius bagi sistem kesehatan nasional.

Kasus ini mengingatkan pentingnya imunisasi dan kewaspadaan terhadap penyakit menular anak.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, kedua balita tersebut sempat mengalami gejala awal seperti demam dan sesak napas hingga dirawat di ICU.

Dokter Suci Saptyuni Permadi, dokter spesialis anak di RSD Gunung Jati Cirebon mengatakan, sebelum meninggal, pasien datang ke rumah sakit dengan gejala umum yang dianggap ringan oleh masyarakat, demam disertai sesak napas.

"Pasien itu datang dengan keluhan demam, disertai sesak napas tinggi, kemudian keluar ruam,"

"Pasien tersebut kemudian kami rawat di ruang perawatan biasa karena awalnya belum terlalu sesak," ujar dr Suci saat diwawancarai TribunJabar.id.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah dirawat, kondisi pasien belum juga stabil.

Dalam waktu singkat, kondisi balita tersebut justru makin menurun hingga harus dirawat di ruang PICU.

“Dalam perjalanannya didapatkan sesak yang berat, pasien dipindahkan ke ruang PICU,” ucapnya.

Ruang PICU atau Pediatric Intensive Care Unit merupakan ruang perawatan intensif khusus rumah sakit untuk bayi hingga remaja dengan kondisi kritis, penyakit serius atau pasca operasi berat yang mengancam nyawa.

Pasien balita berinisial D asal Kota Cirebon tersebut kondisinya menurun drastis.

Baca juga: Kemenkes: Stok Vaksin Campak Dewasa Tersedia Cukup di Seluruh Indonesia

Tak sampai 24 jam di rumah sakit, pasien sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Khusus untuk anak D, masuk ke PICU bulan Maret dari IGD,"

"Penurunannya sangat cepat, tidak sampai 24 jam di rumah sakit sudah meninggal. Jadi kurang lebih hanya satu hari perawatan,” jelas dia.

Ia menuturkan, kondisi korban diperparah dengan adanya penyakit bawaan dan komplikasi serius akibat virus campak.

lihat fotoPERLUASAN VAKSIN - Kementerian Kesehatan memperluas vaksinasi Measles-Rubella (MR)
 Menyasar tenaga medis dan tenaga kesehatan
Termasuk dokter dan dokter gigi internship (magang)
 berlaku nasional, dengan prioritas wilayah berisiko, TRIBUNNEWS
PERLUASAN VAKSIN - Kementerian Kesehatan memperluas vaksinasi Measles-Rubella (MR) Menyasar tenaga medis dan tenaga kesehatan Termasuk dokter dan dokter gigi internship (magang) berlaku nasional, dengan prioritas wilayah berisiko, TRIBUNNEWS
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas