Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

LPG Nonsubsidi Ikut Naik Bersamaan dengan BBM, Banyak Pelaku Usaha dan Warga Keberatan

Harga LPG nonsubsidi ikut naik usai BBM, pelaku usaha dan warga mengeluh karena biaya hidup dan produksi makin berat.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • LPG nonsubsidi naik sejak 18 April 2026, 5,5 kg tembus Rp100 ribu dan 12 kg Rp228 ribu.
  • Kenaikan memicu keluhan pelaku usaha karena biaya operasional meningkat.
  • Pengusaha kuliner kesulitan menaikkan harga jual secara cepat.
  • Warga mulai mempertimbangkan kembali memakai LPG subsidi 3 kg.
  • Masyarakat khawatir kenaikan energi picu lonjakan harga kebutuhan lain.

TRIBUNNEWS.COM - Bukan hanya Bahan Bakar Minyak (BBM) Nonsubsidi saja yang naik, Liquified Petroleum Gas atau LPG nonsubsidi per 18 April 2026 juga ikut naik.

LPG 5,5 kg yang awalnya Rp90 ribu, kini tembus Rp100 ribu lebih.

Sementara LPG 12kg di Pulau Jawa mencapai Rp228 ribu.

Kenaikan LPG nonsubsidi ini pun mendapat banyak tanggapan dari masyarakat.

Salah satunya adalah Ari, seorang pelaku usaha di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Ia pun merasa keberatan atas naiknya harga LPG 12 kg yang sering ia pakai untuk memasak di dapur warung makan miliknya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya sangat memberatkan sekali," katanya kepada TribunJateng.com.

Ia sebenarnya tak mempermasalahkan kenaikan LPG 12 kg ini, namun kenaikan yang awalnya Rp198 ribu menjadi Rp234 ribu membuatnya keberatan.

"Bolehlah naik tapi jangan langsung Rp 36 ribu per tabung," terangnya.

Padahal, per hari ia bisa menghabiskan tiga tabung gas 12 kg untuk kebutuhan memasak di warung.

Di sisi lain, apabila ia menggunakan LPG 3 kg atau subsidi, maka warung makan miliknya bisa kena inspeksi dari pihak terkait.

Baca juga: Harga Elpiji 12 Kg Naik, Bahlil Lahadalia Tegaskan Harga Elpiji Non Subsidi Mengikuti Harga Pasar

Pengusaha di Ciamis Mengeluh

Kenaikan LPG nonsubsidi juga membuat pengusaha kuliner di Ciamis, Jawa Barat merasa keberatan.

Kepada TribunJabar.id, pengusaha makanan bernama Andrian mengaku memakai LPG 5,5 kg untuk usahanya.

Dengan naiknya harga LPG ini, ia merasa keberatan.

Naiknya harga LPG tersebut membuat biaya operasional meningkat, sementara harga jual tidak langsung bisa dinaikkan secara mendadak.

Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok energi nasional saat ini, termasuk LPG, masih berada di atas batas aman di tengah dinamika geopolitik global. Sehingga harga di agen masih stabil dan tidak ada lonjakan pesanan. Lebih lanjut, gas subsidi 3 kilogram diharga Rp17.000, Bright 5,5 kilogram seharga Rp90.000, serta Bright 12 kilogram yakni Rp192.000 per tabung. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok energi nasional saat ini, termasuk LPG, masih berada di atas batas aman di tengah dinamika geopolitik global. Sehingga harga di agen masih stabil dan tidak ada lonjakan pesanan. Lebih lanjut, gas subsidi 3 kilogram diharga Rp17.000, Bright 5,5 kilogram seharga Rp90.000, serta Bright 12 kilogram yakni Rp192.000 per tabung. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas