Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

DPR Soroti Peserta UTBK Undip Curang: Bukan Hanya Langgar Aturan, Tapi Soal Integritas

Wakil Ketua Komisi X DPR soroti kecurangan UTBK Undip 2026, tekankan integritas dan pengawasan ketat.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in DPR Soroti Peserta UTBK Undip Curang: Bukan Hanya Langgar Aturan, Tapi Soal Integritas
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
UTBK UNDIP - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menilai kasus kecurangan UTBK SNBT 2026 di Undip dengan alat tersembunyi di telinga bukan sekadar pelanggaran, melainkan soal integritas. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menilai kasus kecurangan UTBK SNBT 2026 di Undip dengan alat tersembunyi di telinga bukan sekadar pelanggaran, melainkan soal integritas. 
  • Ia mengingatkan kebiasaan curang bisa terbawa ke masa depan. Lalu mendorong pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tak terulang.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyoroti kasus kecurangan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (Undip) yang menggunakan alat bantu tersembunyi di telinga. 

Menurutnya, praktik tersebut tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran biasa, melainkan sudah menyentuh persoalan mendasar terkait integritas peserta. 

"Kasus kecurangan di UTBK ini jelas memprihatinkan, apalagi sampai memakai alat tersembunyi di telinga. Ini bukan sekadar melanggar aturan, tapi soal integritas," kata Lalu kepada wartawan, Rabu (22/4/2026). 

Menurut legislator dari Fraksi PKB itu, UTBK bukan sekadar ujian masuk perguruan tinggi, tetapi juga menjadi pintu awal dalam membentuk karakter generasi muda sebelum memasuki dunia akademik dan profesional. 

Sebab itu, ia mengingatkan bahwa praktik curang sejak dini berpotensi membentuk kebiasaan buruk di masa depan. 

"UTBK adalah langkah awal ke dunia akademik dan profesional. Kalau dari awal sudah terbiasa curang, ada risiko kebiasaan itu terbawa ke depan. Padahal, yang dibutuhkan bukan cuma pintar, tapi juga jujur dan bisa dipercaya," ucapnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) itu pun mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran selama proses seleksi berlangsung.  

Lalu menegaskan bahwa hasil yang diraih dengan cara jujur memiliki nilai yang jauh lebih penting. 

"Pesan saya sederhana, lebih baik gagal dengan jujur daripada berhasil dengan cara curang. Karena yang diuji bukan cuma nilai, tapi juga karakter," ucapnya. 

Selain itu, Lalu juga mendorong pemerintah dan penyelenggara UTBK untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan.  

Menurutnya, penguatan pengawasan dan deteksi dini kecurangan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang. 

"Ya tentu (perketat pengawasan), panitia harus memastikan steril dan deteksi awal kecurangan harus segera dilakukan," tandasnya. 

Sebelumnya, seorang peserta UTBK SNBT 2026 di kampus Undip diketahui melakukan kecurangan dengan menanam alat bantu di telinga.  

Kasus tersebut terungkap saat proses skrining awal menggunakan metal detector sebelum ujian berlangsung. 

Peserta itu kemudian dibawa ke klinik telinga hidung dan tenggorokan (THT) untuk pemeriksaan lebih lanjut, sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian di Polsek Tembalang. 

Meski demikian, yang bersangkutan tidak langsung didiskualifikasi dan sempat menjalani proses interogasi oleh panitia UTBK.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas