Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tanam Jagung di Lebak, Andra Soni Targetkan Banten Jadi Lumbung Nasional

Dia menilai kebutuhan jagung nasional masih sangat tinggi, baik untuk sektor industri maupun pertanian.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
zoom-in Tanam Jagung di Lebak, Andra Soni Targetkan Banten Jadi Lumbung Nasional
HO/IST
LUMBUNG JAGUNG - Gubernur Banten Andra Soni saat melakukan kegiatan di sawah bersama kelompok tani di Desa Mekarsari, Lebak, Rabu (22/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Banten Andra Soni mencanangkan gerakan tanam jagung di lahan ratusan hektare di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.
  • Program ini digadang-gadang menjadi langkah strategis mendorong Banten menuju swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Dia menilai kebutuhan jagung nasional masih sangat tinggi, baik untuk sektor industri maupun pertanian.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Banten Andra Soni mencanangkan gerakan tanam jagung di lahan ratusan hektare di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Program ini digadang-gadang menjadi langkah strategis mendorong Banten menuju swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Etanol E20 Berbahan Jagung dan Tebu, Berpotensi Gantikan Pertalite dan Pertamax?

Pencanangan dilakukan bersama kelompok tani di Desa Mekarsari dengan dukungan bibit dari pemerintah provinsi. 

Andra menegaskan, program ini sejalan dengan visi besar pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan melalui agenda Asta Cita.

Baca juga: Kolaborasi Dukung Swasembada Pangan, Polri dan Pemuda Katolik Tanam Jagung di Cianjur

“Targetnya jelas, Banten harus bisa mandiri bahkan menjadi produsen utama jagung nasional,” ujar Andra dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menilai kebutuhan jagung nasional masih sangat tinggi, baik untuk sektor industri maupun pertanian.

Karena itu, optimalisasi lahan menjadi kunci agar Banten minimal mampu memenuhi kebutuhan sendiri sebelum melangkah ke pasar yang lebih luas.

Selain itu, kedekatan geografis Banten dengan wilayah aglomerasi Jakarta disebut menjadi keunggulan tersendiri.

Distribusi hasil pertanian dan peternakan dinilai bisa lebih efisien sehingga meningkatkan daya saing produk lokal.

Andra juga mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga pihak swasta, untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong yang belum produktif.

“Koordinasi dengan kepala daerah dan pengembang penting agar lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari DPRD Banten. Anggota Komisi II, Oong Syahroni, menilai gerakan tanam jagung sebagai langkah konkret yang bisa memperkuat posisi Banten sebagai penopang pangan nasional.

Dia optimistis, dengan pengelolaan lahan yang optimal dan sinergi semua pihak, Banten dapat bertransformasi menjadi salah satu sentra produksi jagung di Indonesia.

Baca juga: Mentan Amran Tegaskan NTB Sebagai Pilar Pengembangan Bawang Putih dan Jagung Nasional

Sementara itu, pihak swasta juga menyatakan kesiapan berkolaborasi. Humas PT Buyut Mekar Sakti, Andre Prihandono, menilai program ini sebagai bentuk percepatan implementasi visi ketahanan pangan dari pusat hingga daerah.

Dia pun mengingatkan pentingnya langkah antisipatif menghadapi potensi krisis pangan global, termasuk melalui kolaborasi masif antara pemerintah dan sektor swasta.

“Kita tidak boleh terlambat. Ketahanan pangan harus dibangun dari sekarang dengan kerja bersama,” pungkas dia.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas