BPJS Kesehatan Perluas Layanan Cathlab, Pasien Jantung Kini Bisa Berobat Lebih Cepat dan Dekat
Penyakit jantung masih menjadi momok bagi banyak keluarga di Indonesia. BPJS Kesehatan perluas layanan cathlab.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- BPJS Kesehatan memperluas layanan cathlab guna mempercepat penanganan pasien penyakit jantung di daerah.
- Penyakit kardiovaskular menjadi pembiayaan tertinggi BPJS Kesehatan sepanjang 2025 mencapai Rp11,83 triliun.
- BPJS Kesehatan memperkuat pencegahan penyakit kronis melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis Muda.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit jantung masih menjadi momok bagi banyak keluarga di Indonesia.
Bukan hanya karena risikonya yang mematikan, tetapi juga karena biaya pengobatan dan akses layanan yang selama ini dianggap sulit dijangkau masyarakat.
Karenanya, BPJS Kesehatan mulai memperluas layanan kesehatan canggih, termasuk layanan kateterisasi jantung atau cathlab, agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa mendapatkan pertolongan lebih cepat tanpa harus pergi jauh ke kota besar.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan, perluasan layanan cathlab menjadi bagian penting dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Hal ini ia sampaikan dalam rangkaian kegiatan Kick Off HUT ke-58 BPJS Kesehatan dan Launching Quick Win Direksi di Universitas Padjajaran, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).
“Perluasan layanan cathlab merupakan komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan kemudahan layanan bagi peserta JKN. Dengan jumlah peserta JKN yang telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau 98 persen lebih dari seluruh penduduk Indonesia, diharapkan peserta dapat memperoleh akses layanan jantung yang lebih dekat, lebih cepat, dan merata sehingga peluang keselamatan peserta juga semakin besar,” ujar Pujo di Bandung Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).
Bagi masyarakat awam, cathlab merupakan tindakan medis untuk membuka pembuluh darah jantung yang tersumbat.
Layanan ini sangat penting terutama pada pasien serangan jantung yang membutuhkan penanganan cepat agar nyawa bisa tertolong.
Baca juga: Uji Coba Kolaborasi BPJS Kesehatan Koperasi Merah Putih, Warga Bisa Akses Layanan JKN di Koperasi
Selama ini, banyak pasien di daerah harus dirujuk ke rumah sakit besar karena keterbatasan alat dan tenaga medis.
Kondisi tersebut membuat waktu penanganan menjadi lebih lama.
Padahal dalam kasus serangan jantung, keterlambatan beberapa menit saja bisa meningkatkan risiko kematian maupun kecacatan permanen.
BPJS Kesehatan mencatat, penyakit kardiovaskular menjadi kelompok penyakit dengan pembiayaan tertinggi sepanjang 2025. Nilainya mencapai Rp11,83 triliun.
Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga telah menggelontorkan biaya lebih dari Rp3,5 triliun untuk pelayanan cathlab dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 138 ribu kasus.