Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kisah Bu Atun: Maafkan Murid yang Mengoloknya, Sumbangkan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi

Bu Atun, guru di Purwakarta yang diolok-olok pilih memaafkan para siswanya. Ia juga menyumbangkan Rp25 juta dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kisah Bu Atun: Maafkan Murid yang Mengoloknya, Sumbangkan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi
TribunJabar.id/DAENZA FALEVI
BU ATUN - Guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah, saat memberikan keterangan terkait insiden dugaan pelecehan oleh sejumlah siswa. Ia memilih memaafkan dan tetap berkomitmen membina karakter anak didiknya agar menjadi generasi berakhlak. 

Ringkasan Berita:
  • Nama Bu Atun, baru-baru ini menyita perhatian publik setelah diolok-olok oleh siswanya.
  • Namun, ia memilih untuk memaafkan sembilan muridnya yang terlibat.
  • Bu Atun juga menyumbangkan Rp25 juta dari Gubernur Dedi Mulyadi untuk yayasan yatim.

TRIBUNNEWS.COM - Guru merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.

Di tangan para guru, kualitas generasi masa depan dibentuk, bukan hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga karakter, nilai, dan semangat kebangsaan. 

Oleh karena itu, peran guru sangat strategis dalam menentukan arah kemajuan suatu negara.

Sosok guru bernama Syamsiah atau yang akrab disapa Bu Atun, baru-baru ini menyita perhatian publik.

Hal itu setelah ia diolok-olok oleh sembilan siswanya. Video aksi para siswa mengolok Bu Atun itu viral di media sosial.

Bu Atun merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMAN 1 Purwakarta, Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski mendapat perlakuan tidak sopan, Bu Atun memilih untuk memaafkan sembilan muridnya.

Ia juga mendoakan agar mereka dapat menyadari kesalahan dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik.

"Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya."

"Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak," ujar Syamsiah atau dikenal dengan nama bu Atun kepada Tribunjabar.id, Senin (20/4/2026).

Keputusan Bu Atun yang memilih memaafkan siswa yang mengoloknya itu juga ia tegaskan saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Baca juga: Pengakuan Guru SMAN 1 Purwakarta setelah Dihina Siswa, Disorot Mendikdasmen dan Dedi Mulyadi

Dalam video di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang diunggah pada Rabu (22/4/2026), Gubernur Jawa Barat itu menanyakan alasan Bu Atun memaafkan siswa yang mengoloknya.

"Ibu memaafkan kenapa?" tanya Dedi Mulyadi.

Menurut Bu Atun, tidak semua kesalahan harus dibalas dengan hukuman keras.

Karena, kata dia, pada dasarnya setiap anak memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas