Kronologi Rumah Kades Hoho Diteror Bom Molotov, Diduga Terkait Konflik Penjaringan Perangkat Desa
Rumah Kades Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah Welas Yuni Nugroho atau Hoho Alkaf mendapat teror bom molotov.
Penulis:
Adi Suhendi
Pihak Satreskrim Polres Banjarnegara kemudian mendatangkan tim Inafis bersama piket Reskrim dan SPKT untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi Temukan Kain dan Potongan Kayu
Di lokasi, petugas memasang garis polisi serta mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembakaran tersebut.
Barang bukti yang diamankan antara lain sisa kain dan potongan kayu sepanjang kurang lebih 50 sentimeter yang diduga digunakan sebagai alat untuk membakar mobil.
Selanjutnya, penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut.
Pada hari yang sama, tim juga mendatangkan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
"Dimungkinkan itu bensin, cuma belum kami cek apakah itu disiram dulu ataupun bersamaan," ujar AKP Sugeng Tugino kepada Tribunjateng.com.
Ia juga mengungkapkan di sekitar lokasi kejadian sebenarnya terdapat kamera CCTV, namun saat peristiwa terjadi, CCTV tersebut dalam kondisi tidak aktif.
AKP Sugeng Tugino menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan penyiraman dan pembakaran mobil milik Kepala Desa Purwasaba tersebut.
"Kami mohon doanya, semoga bisa membuat terang pelaku, bisa menangkap, ataupun mengungkap motif daripada penyiraman dan pembakaran mobil milik Kepala Desa Purwasaba, saudara Hoho," jelasnya.
Diduga Berkaitan Dengan Konflik Penjaringan Perangkat Desa
Kades Hoho menduga aksi teror tersebut tidak dilakukan sendirian dan kemungkinan ada dalang di baliknya.
"Saya yakin pelaku sudah mengamati situasi rumah. Dia beraksi tepat saat suasana mulai sepi setelah saya selesai begadang bersama warga," ungkap Hoho dilansir dari video yang beredar.
Meski menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada pihak kepolisian, Hoho tidak menampik adanya aroma dendam di balik teror ini.
Ia mensinyalir kejadian ini merupakan buntut dari konflik penjaringan perangkat desa yang belakangan ini memanas.
"Saya tetap kukuh menjalankan proses sesuai aturan hukum. Kalau ada yang tidak puas, harusnya lewat jalur hukum seperti PTUN, bukan dengan cara pengecut seperti ini," ucap Hoho.
Ia juga menduga pelaku merupakan orang suruhan atau residivis yang mengenal area sekitar desanya.
Baca tanpa iklan