Cerita Kapten Ashari Dibajak Perompak Somalia: Kamarku Diberondong Peluru
Ashari yang turun ke kamar untuk berlindung mengaku langsung menjadi sasaran tembakan.
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Kapal tanker Honour 25 dibajak perompak Somalia, kapten asal Indonesia Ashari Samadikun menjadi korban penyanderaan.
- Perompak menyerang bersenjata, menguasai kapal, menahan 17 kru, serta mengambil barang berharga milik awak kapal.
- Hingga kini kondisi kru belum pasti, keluarga korban berharap pemerintah membantu pembebasan para sandera segera.
TRIBUNNEWS.COM, GOWA- Kapal tanker Honour 25 yang dikhanodai Kapten Ashari Samadikun (33), pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dibajak perairan Somalia pada 21 April 2026.
Kapal tanker asal Uni Emirat Arab itu berlayar dari Oman, sejak 21 April 2026
Ashari menceritakan awalnya sebuah boat perompak terlihat dari kejauhan.
"Saat itu sekitar jam 10 malam, ada satu boat dari belakang, jaraknya sekitar tiga mil, hanya mengamati kami," ujarnya saat video call dengan rekan seangkatannya di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Senin (27/4/2026).
Namun situasi berubah beberapa jam kemudian.
"Pas jam 2, ada tiga boat. Dua di kanan, satu di kiri. Saya fokus ke kanan karena jumlahnya lebih banyak," katanya.
Ashari mengaku baru menyadari situasi genting setelah mendapat laporan dari kru.
"Jam dua kru telepon, bilang ada boat di kanan. Saya naik, lihat pakai teropong, ternyata mereka bawa senjata. Saya langsung pikir, mati kita," katanya.
Ia kemudian meminta seluruh kru siaga di posisi masing-masing.
Tak lama, situasi semakin mencekam.
Ashari yang turun ke kamar untuk berlindung mengaku langsung menjadi sasaran tembakan.
"Saya masuk kamar, kunci cepat. Tidak lama langsung ditembaki. Kamarku diberondong peluru," katanya.
Di tengah situasi itu, ia sempat mengirim pesan suara ke kantor dan keluarga.
Beberapa saat kemudian, perompak mulai naik ke kapal dan mendobrak pintu.
"Saya dengar pintu didobrak. Semua kru disuruh keluar, kumpul, angkat tangan," katanya.
Baca tanpa iklan