Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Balita di Bali Meninggal Diserang 3 Ekor Anjing Liar saat Ditinggal Ibunya Mandi

Ni Made Sukma Diatmika, alota berusia 4 tahun meninggal setelah diserang dan digigit 3 ekor anjing liar, Senin (27/4/2026).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Balita di Bali Meninggal Diserang 3 Ekor Anjing Liar saat Ditinggal Ibunya Mandi
ADEM ALTAN / AFP
BOCAH DIGIGIT ANJING - Ni Made Sukma Diatmika, alota berusia 4 tahun meninggal setelah digigit anjing liar, Senin (27/4/2026). Bocah malang ini yang tinggal di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali ini menderita luka di bagian leher dan wajah. 

Ringkasan Berita:
  • Ni Made Sukma Diatmika, balita berusia 4 tahun meninggal setelah digigit anjing liar, Senin (27/4/2026).
  • Bocah malang ini yang tinggal di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali ini menderita luka di bagian leher dan wajah.
  • Bukan seekor anjing tapi ada 3 ekor anjing yang menyerang dan menggigit balita itu.


TRIBUNNEWS.COM, BANGLI - Ni Made Sukma Diatmika, alota berusia 4 tahun meninggal setelah digigit anjing liar, Senin (27/4/2026).

Bocah malang ini yang tinggal di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali ini menderita luka di bagian leher dan wajah.

Baca juga: Kronologi Bocah Digigit Anjing di Jaksel hingga Mata Terluka, Pemilik Tanggung Jawab, Viral

Bukan seekor anjing tapi ada 3 ekor anjing yang menyerang dan menggigit balita itu.

I Nyoman Muliawan, kerabat korban mengatakan, peristiwa itu terjadi di warung ibu korban di jalur pendakian Gunung Batur.

Diketahui wilayah ini dikenal sepi. 

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

Saat itu, seusai dimandikan ibunya, korban mendengar ada suara anjing, iapun keluar untuk melihat.

Muliawan mengaku tidak ada yang tahu bagaimana bagaimana korban bisa digigit. 

Namun informasinya, ada yang melihat anak tersebut dikerubungi sekitar tiga ekor anjing liar

"Katanya ada yang melihat ada sekitar 3 ekor yang mengerubungi korban. Salah satu bulunya dilihat warna putih," kata Muliawan, Selasa.

Akibatnya anak bungsu dari lima saudara ini, mengalami luka serius pada leher dan wajah. 

"Setelah dilarikan ke rumah sakit, dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Jenazah korban telah dimakamkan di Setra Desa Songan, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. 

"Kami tidak menyangka kalau korban akan pergi dengan secepat itu, dan dengan jalan yang memilukan," ujarnya sedih.

Tangisan Korban Tak Terdengar

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas