Banjir Berau Kaltim Capai Lima Meter, Rumah Warga yang Rusak Parah Dapat Perbaikan
Banjir sempat melanda wilayah Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada tahun 2026.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Banjir di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, terutama di Kampung Long La’ai dan Long Ayap, mencapai ketinggian hingga 5 meter, merusak rumah warga, fasilitas umum, dan menghambat transportasi.
- Sebanyak 640 jiwa dari 212 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan pada berbagai fasilitas penting seperti tempat ibadah, sekolah, puskesmas, hingga dermaga.
- Perbaikan rumah warga terdampak agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, menargetkan perbaikan lebih dari 300 rumah di beberapa wilayah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir sempat melanda wilayah Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada tahun 2026.
Banjir terbesar terjadi di Kampung Long La’ai dan Kampung Long Ayap dengan ketinggian air mencapai sekitar lima meter.
Kondisi ini menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas umum dan rumah warga serta menghambat akses transportasi darat akibat derasnya arus sungai dan banyaknya batang kayu yang terbawa.
Data yang diterima BNPB dari BPBD Kabupaten Berau di Kampung Long La’ai, banjir dengan ketinggian air hingga lima meter telah merusak berbagai fasilitas penting, termasuk satu masjid, dua gereja, satu puskesmas, satu SD, kantor kampung, posyandu, Paud, dan dermaga.
Sebanyak 640 jiwa (341 laki-laki dan 299 perempuan) dari 212 kepala keluarga terdampak.
Ubang mengalami banjir besar di rumahnya di Desa Punan Malinau, Kecamatan Segah, Berau, Kalimantan Timur pada 2025.
Rumahnya yang sempat terendam berhari-hari perlahan mengalami kerusakan serius, mulai dari kayu penyangga yang lapuk hingga dinding dan lantai yang tak lagi kokoh.
"Sejak banjir itu, rumah saya jadi pelan-pelan rusak. Kayunya mulai lapuk, dinding sudah tidak kuat seperti dulu. Kalau hujan turun, saya langsung was-was. Takut air masuk lagi, takut rumah ini tidak bisa bertahan. Kadang sampai tidak bisa tidur," ujar Ubang dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Rumah Ubang mendapatkan perbaikan melalui Program Renovasi dan Sanitasi (PONDASI) dari PT Natura Pasific Nusantara – member of PT Triputra Agro Persada Tbk – yang hadir membantu.
Bagian-bagian yang sebelumnya rapuh diperkuat, lantai yang sempat rusak diperbaiki, dan struktur rumah kembali dibuat lebih kokoh agar mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem.
Program Pondasi sendiri merupakan bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri yang dijalankan perusahaan di wilayah operasional anak usaha. Program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terkait hunian aman, layak, dan sehat sebagai fondasi kehidupan keluarga yang lebih produktif.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, program tersebut secara bertahap menargetkan perbaikan lebih dari 300 rumah di berbagai wilayah operasional perusahaan, meliputi Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
Pelaksanaan program melibatkan pemerintah desa dan pemangku kepentingan setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Baca juga: Belasan Rumah Hanyut imbas Banjir di Berau, Warga Mengaku Dengar Gemuruh, Tiba-tiba Air Besar Datang
Persoalan hunian layak dinilai masih menjadi tantangan di berbagai daerah, meski kerap luput dari perhatian. (*)
Baca tanpa iklan