Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembunuhan Guru Ponpes di Banjarbaru Kalsel: Polisi Tangkap 2 Pelaku

Pelaku yang diamankan berjumlah sebanyak dua orang dan keduanya berjenis kelamin laki-laki.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Pembunuhan Guru Ponpes di Banjarbaru Kalsel: Polisi Tangkap 2 Pelaku
HO/IST/Banjarmasin Post/Rizki Fadillah
OLAH TKP- Petugas kepolisian dari Inafis Polres Banjarbaru melakukan Olah TKP di lokasi penemuan mayat perempuan di Jalan Seledri, Sungai Ulin, Banjarbaru, Rabu (29/4/2026) malam. Korban ternyata guru pesantren 

Ringkasan Berita:
  • Polisi menangkap dua pelaku pembunuhan guru pesantren HN di Banjarbaru, Kalimantan Selatan tersebut.
  • Korban ditemukan tewas dengan luka kepala akibat benda tumpul, bukan kekerasan seksual berdasarkan visum.
  • Motif pembunuhan belum diketahui, sementara beberapa barang korban dilaporkan hilang termasuk perhiasan dan ponsel

TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU -  Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan HN (25), seorang guru pengajar atau Mudarrisah di Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa'tul Lughah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Jenazah korban ditemukan di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru 

Pelaku yang diamankan berjumlah sebanyak dua orang dan keduanya berjenis kelamin laki-laki.

"Alhamdulillah (pelaku) dapat, dua orang," kata Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, Jumat (1/4/2026) malam.

Namun, belum diketahui motif dari kasus pembunuhan guru pondok pesantren tersebut.

Bukan Korban Perkosaan

Kerabat korban yang juga relawan penyelamat, M Azhari (28) mengatakan HN bukan lah korban kekerasan seksual.

Rekomendasi Untuk Anda

HS ditemukan tewas di semak-semak sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya di  Jalan Seledri RT 20 RW 5 Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.

Hal itu dipastikan dari hasil visum rumah sakit yang menyakan tidak ada tindak kekerasan seksual kepada korban. 

"Indikasinya itu, korban mengalami luka pendarahan di kepala akibat benda tumpul. Jadi kami tolong jangan berasumsi macam-macam dari fakta yang sebenarnya. Hati-hati bekomentar, jangan termakan berita yang tidak benar," kata Azhari.

Azahari menjelaskan dia dan istrinyalah yang semula mencari HN ke rumah neneknya. Korban dicari karena sebelum ditemukan meninggal HN ini tidak masuk mengajar di Pondok Pesantren

 "Rabu (29/4/2026) saya dikabari istri saya jika HN ini tidak masuk pondok (mengajar). HN ini tidak memberi tahu bahwasanya dia itu tidak masuk. Tidak seperti biasanya yang jika mau libur dia (korban) pasti mengabari lebih dulu," ceritanya.

Pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 wita dia dan istrinya sepakat cari HN dengan menanyakan ke teman di toko di mana korban bekerja, dan sorenya menanyakan ke keluarganya di rumah korban termasuk ke neneknya.

Baca juga: Sosok Ririn Rifanto, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Sebut Dipaksa Ngaku, Kaki Patah

"Semua ternyata tidak ada melihat," urainya.

Nenek kemudian mengatakan NH sudah tidak pulang sejak Selasa (28/4/2026). 

Karena itu mereka mencari keberadaan HN ke ibu tirinya di Kampung Melayu. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas