Kurirnya Dibegal saat Berteduh, JNE Angkat Bicara: Kecam Keras dan Berikan Pendampingan pada Korban
PT JNE Express kecam pembegalan kurir di Bandung, manajemen pastikan bahwa korban telah mendapatkan dukungan penuh.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - PT JNE Express angkat bicara terkait insiden pembegalan yang menimpa salah satu kurirnya saat bertugas di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (3/5/2026) pukul 13.45 WIB.
Dalam pernyataan resminya, manajemen JNE mengecam keras tindakan kriminal tersebut dan menegaskan komitmen perusahaan terhadap keselamatan seluruh karyawan, khususnya kurir di lapangan.
“Keselamatan dan kesejahteraan seluruh karyawan/ti, termasuk para kurir di lapangan, merupakan prioritas utama perusahaan,” demikian pernyataan resmi JNE, dikutip dari akun Instagram resmi, @jne_id, Senin (4/5/2026).
JNE juga memastikan bahwa korban telah mendapatkan dukungan penuh, mulai dari pendampingan hingga perlindungan serta pemenuhan hak-haknya sebagai pekerja.
"Saat ini, kami telah berkoordinasi secara aktif dengan pihak berwenang untuk membantu proses penyelidikan dan memastikan pelaku segera ditindak sesuai hukum yang berlaku," lanjut pernyataan tersebut.
Tidak hanya fokus pada penanganan kasus, JNE juga menegaskan akan memperkuat langkah-langkah preventif demi meningkatkan keamanan para kurir di lapangan.
Manajemen turut mengapresiasi dukungan dari masyarakat dan pihak berwenang dalam merespons insiden tersebut.
"Kami akan terus memperkuat langkah-langkah preventif demi menjaga keamanan seluruh karyawan/ti termasuk para kurir kami di lapangan," ungkap manajemen.
Pembegalan Terekam CCTV
Video rekaman CCTV yang menunjukkan peristiwa pembegalan tersebut viral di media sosial.
Saat itu, seorang kurir paket sedang berteduh di depan rumah warga di Jalan Maksudi RW 4 Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung.
Baca juga: Kronologi Kurir Paket di Bandung Dibegal, Modus Minta Plastik Tiba-Tiba Todong Pisau
Sebanyak empat pelaku menggunakan dua sepeda motor menghampiri korban yang sedang duduk berteduh sendirian.
Mereka mengeluarkan senjata tajam untuk mengancam korban hingga membawa kabur sepeda motor berisi 12 paket.
Dua pelaku dapat diamankan dan menjadi sasaran amukan warga.
Kapolsek Astanaanyar, Kompol Fetrizal, menjelaskan modus pembegalan yakni mendatangi korban dengan berpura-pura meminta plastik untuk melindungi handphone.
Baca tanpa iklan