Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesepakatan Kementrans–SKK Migas: HPL Dimanfaatkan untuk Investasi

Kementrans dan SKK Migas teken kesepahaman terkait ditemukannya 13 sumur minyak dan gas baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kaltim.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kesepakatan Kementrans–SKK Migas: HPL Dimanfaatkan untuk Investasi
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
LAHAN TRANSMIGRASI - Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) dan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto (kanan) menandatangani nota kesepahaman terkait sumur minyak dan gas (migas) baru yang ada di kawasan Transmigrasi Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur di Kantor Kementrans, Jakarta, Senin (4/5/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama SKK Migas menandatangani nota kesepahaman terkait ditemukannya 13 sumur minyak dan gas baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 
  • Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa temuan ini mengubah persepsi transmigrasi, dari sekadar pemindahan penduduk menjadi penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan SKK Migas melakukan penandatanganan kesepahaman terkait ditemukannya 13 sumur minyak dan gas baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan dengan adanya hal tersebut, persepsi transmigrasi pun berubah.

13 sumur minyak dan gas ini merupakan titik yang berpotensi dari 79 titik yang dilakukan eksplorasi sebelumnya.

"Transmigrasi yang dulunya dipersepsikan hanya memindahkan orang, ibaratnya hanya memindahkan semut. hari ini pendekatannya dibalik. Tidak lagi memindahkan semut, tetapi bagaimana Kementerian Transmigrasi mencetak 'gulanya' sehingga semutnya itu bisa datang secara alamiah," kata Iftitah dalam konferensi pers di Kantor Kementrans, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia mengatakan yang dimaksud dengan 'gula' ini adalah pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Sehingga wilayah transmigrasi tidak hanya identik dengan sektor pangan dan pertanian semata.

Hal ini juga sebagai bentuk pemanfaatan 3,2 juta hektar HPL (Hak Pengelolaan Lahan) transmigrasi bisa memetakan potensi di masing-masing kawasan transmigrasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami dari sisi negara juga akan diuntungkan. Kenapa? Karena ada investor yang datang, dalam hal ini yang akan melakukan eksplorasi adalah dari Pertamina. Multiplier effect-nya juga akan tumbuh. Tadi kami juga sudah sepakat bahwa nanti akan ada pembangunan infrastruktur dasar," tuturnya.

"Jadi kami tidak harus mengeluarkan dana untuk infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan lain-lain karena akan ditopang oleh industri. Kemudian juga lapangan kerja. Tadi juga sudah disampaikan dari SKK Migas, jika ada penduduk lokal yang nanti lulusan SMK atau STM yang memang berpotensi untuk diterima bekerja di sana, akan kami latih juga supaya bisa bekerja di sana," sambungnya.

Kemudian, pada sektor usaha kecil disebut Iftitah juga akan tumbuh. Perusahaan katering akan bisa menjadi pemasok untuk makan para pekerja sehingga ekonomi akan terus tumbuh.

"Dengan demikian insyaallah nanti masyarakat ikut naik kelas, kesejahteraannya pun insyaallah nanti akan meningkat di kawasan transmigrasi," ungkapnya.

Dalam kesepakatan itu, Iftitah mengatakan ada dua opsi untuk penggunaan HPL transmigrasi ini. 

Pertama adalah opsi pemanfaatan HPL dengan hak pakai di mana HPL-nya tetap milik Kementerian Transmigrasi, namun ada kerja sama antara SKK Migas dengan Kementerian Transmigrasi yang saling menguntungkan.

"Kedua adalah pelepasan HPL transmigrasi. Kami sepakat tadi bahwa opsi yang dipilih adalah pemanfaatan HPL transmigrasi. Dengan demikian tadi sudah dilakukan penandatanganan kesepahaman bersama, nota kesepahaman bersama, bagaimana ini nanti juga bisa memberikan manfaat dampak yang besar untuk masyarakat yang ada di sekitarnya, tidak hanya untuk industrinya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan secara teknis, eksplorasi yang dilakukan tanpa mengganggu lahan yang yang sudah dimanfaatkan.

"Secara teknis kami tadi membahas juga bahwa minyak itu kan di dalam perut bumi, jadi yang kita manfaatkan adalah sumber energi di perut bumi. Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa mengebor miring di sebelahnya yang lahannya sudah tidak dimanfaatkan," tuturnya.

Dalam hal ini, Djoko mengatakan eksplorasi pun akan dilakukan secepatnya untuk nantinya bisa memanfaatkan potensi yang ada.

"Alhamdulillah kami apresiasi sekali, terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi beserta jajaran yang telah mengizinkan kami untuk melakukan eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat yaitu bulan depan kita mulai mengebor," jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas