Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ricuh, 4 Mahasiswa PMII Terluka Saat Demo di Kantor Gubernur Kaltim

Ujung rasa tersebut berujung bentrok sehingga mengakibatkan sejumlah aktivis mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
Ringkasan Berita:
  • Aksi PMII Kaltim di kantor gubernur berujung bentrok, sejumlah mahasiswa mengalami luka serius dan dirawat.
  • Kericuhan dipicu meningkatnya tensi, terjadi saling kejar hingga kemacetan di Jalan Gajah Mada.
  • Mahasiswa menuntut transparansi kebijakan, sementara mediasi ditolak karena ingin bertemu langsung gubernur yang absen.

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA –  Sejumlah orang terluka dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (5/5/2026) sore. 

Ujung rasa tersebut berujung bentrok sehingga mengakibatkan sejumlah aktivis mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Pantauan di lapangan, aksi yang dimulai sekitar pukul 15.40 WITA awalnya berjalan normal dengan mimbar bebas.

Namun, menjelang sore, tensi meningkat hingga terjadi gesekan fisik antara massa aksi dan aparat keamanan. 

Aksi saling kejar pun meluas hingga ke badan jalan, yang sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di kawasan Jalan Gajah Mada.

Ketua Umum PKC PMII Kalimantan Timur, Muhammad Said Abdillah, menyesalkan tindakan represif yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak mahasiswa.

Berdasarkan pendataan internal mereka, terdapat empat kader yang mengalami luka berat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami mendata ada empat kader kami yang luka berat sampai berdarah. Satu orang dilarikan ke rumah sakit karena kepalanya bocor hingga mendapat sepuluh jahitan, sementara tiga lainnya pingsan,” ungkapnya.

Ia menduga kericuhan dipicu oleh kelelahan kedua belah pihak karena waktu yang sudah berlarut sore, ditambah adanya lemparan-lemparan kecil yang memicu panasnya suasana.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah massa aksi diamankan secara paksa oleh aparat ke area dalam kantor gubernur.

Said Abdillah menjelaskan bahwa kedatangan mereka sebenarnya untuk merespons pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, yang sebelumnya mengeklaim bahwa kantor gubernur terbuka 24 jam bagi masyarakat.

Baca juga: DPRD Kaltim Bawa Hak Angket Gubernur Rudy Masud ke Paripurna, Pengamat: Kita Tunggu Sikap Golkar

PMII hadir untuk menyampaikan aspirasi hasil kajian terkait kebijakan daerah.

Beberapa poin tuntutan utama yang diusung antara lain:

  • Transparansi Fasilitas Dinas, mereka menuntut kejelasan proses pengembalian mobil dinas senilai Rp8,5 miliar, termasuk pengadaan akuarium dan kursi pijat yang sempat viral.
  • Kritik Kebijakan Publik, para aktivisi ini menuntut evaluasi terhadap Ketua DPRD Kaltim dan mendesak Gubernur untuk menghindari praktik KKN.
  • Terkait Komunikasi Publik, Para massa aksi meminta Gubernur menghentikan narasi omon-omon dan menyajikan data transparan kepada publik.

“Kami berharap Gubernur intropeksi diri terkait komunikasi publik dan kebijakan yang tidak pro-rakyat di tengah upaya efisiensi. Ini tugas kami sebagai aktivis mahasiswa untuk menyuarakan hal tersebut,” tegasnya.

Akibat jatuhnya korban luka, PMII Kaltim memutuskan mengubah agenda kegiatan.

Rencana awal untuk menggelar mimbar bebas hingga malam hari dibatalkan dan diganti dengan pernyataan sikap tertulis mengenai situasi kericuhan yang terjadi.

Gubernur Absen

Ketua Umum PC PMII Samarinda, Taufikudin, mengakui pihaknya sudah mengantongi informasi bahwa Gubernur Rudy Masud tidak ada di tempat sebelum aksi dimulai.

Namun hal itu tidak mengubah keputusan mereka untuk tetap turun ke jalan.

"Tentu aksi ini adalah bentuk keresahan kami dari PMII Samarinda, yang di mana Gubernur Kalimantan Timur tidak ada di lokasi, dan bahkan ada informasi itu hanya ada para OPD-OPD. Namun kami akan menolak," tegas Taufikudin.

Baca juga: Ratusan Warga Nobar Sidang Paripurna DPRD Kaltim, Soroti Pembahasan Hak Angket

Kendati demikian, Taufikudin menegaskan bahwa aksi PMII ini tetap mengedepankan cara-cara damai dan mengutamakan ruang diskusi.

Pihaknya menjamin massa tidak akan melakukan tindakan anarkis selama proses penyampaian aspirasi berlangsung.

Sementara itu, pihak keamanan melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, menyatakan telah berupaya memediasi massa.

Pihaknya sempat menawarkan perwakilan mahasiswa untuk masuk dan melakukan audiensi secara resmi.

Namun, tawaran tersebut ditolak oleh massa aksi yang bersikeras hanya ingin bertemu langsung dengan Gubernur Kaltim.

Alhasil, mahasiswa memilih bertahan untuk menyampaikan aspirasi di depan gerbang kantor.

"Kami sudah ajak, tapi mereka tidak mau audiensi. Jadi di depan gerbang saja mereka berorasi," pungkas Edwin.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Demo PMII di Kantor Gubernur Kaltim Ricuh: Satu Mahasiswa Bocor Kepala, Tiga Pingsan

dan

 Walau Gubernur Kaltim Absen, Demo PMII Samarinda Tak Kendur Suarakan Tuntutan

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas