Erupsi Gunung Dukono, Belasan Pendaki Berhasil Ditemukan, 2 WNA Masih dalam Pencarian
Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara bikin misi penyelamatan penuh risiko. 2 pendaki asal Singapura masih hilang
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- 20 pendaki berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi, terdiri dari WNA Singapura, warga Ternate, dan warga lokal.
- Hingga Jumat sore, 14 pendaki berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR dan BPBD.
- Pencarian sempat dihentikan sementara karena potensi lontaran lava pijar hingga 1,5 kilometer dari kawah.
- 2 WNA Singapura masih hilang dan diduga berada di sekitar kawah Gunung Dukono.
- Proses evakuasi terkendala aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
TRIBUNNEWS.COM - Inilah kabar terbaru soal erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).
Diketahui, total ada 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat terjadi erupsi pagi tadi.
Dari 20 orang tersebut, sembilan di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) Singapura, tiga orang warga Ternate, dan Delapan warga lokal dari wilayah sekitar.
Hingga Jumat sore, dilaporkan ada 14 orang yang telah ditemukan dalam kondisi selamat dalam misi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Proses pencarian terhadap para pendaki ini terkendala karena adanya peningkatan aktivitas erupsi Gunung Dukono.
"Berdasarkan informasi dari Pengamat Gunung Api Dukono yang turut mendampingi proses evakuasi, pada pukul 14.10 WIB, operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel di lapangan akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Pada Jumat siang tadi, masih ada dua orang pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian, yakni berinisial HWQT (30) dan SMBAH (27).
Pencarian pun tetap dilakukan dengan menyisir jalur pendakian menuju puncak gunung.
Petugas di lapangan juga menggunakan drone atau pesawat nirawak untuk memantau kondisi dari udara.
Penyisiran juga dilakukan di wilayah aliran sungai yang berada di dekat kawasan puncak gunung.
"Penyisiran dilakukan untuk mencari dua warga negara asing yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunnews.com.
Baca juga: Erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, 5 Pendaki Dilaporkan Luka-Luka
Terpisah, Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, sebelumnya ada tiga orang yang dikabarkan meninggal dunia akibat erupsi.
Namun, hingga kini ketiganya masih belum ditemukan dan belum diketahui kondisinya.
"Untuk tiga pendaki kami belum bisa menyatakan meninggal, karena posisi belum ditemukan," kata Iwan, Jumat (8/5/2026).
Mengutip TribunTernate.com, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi para pendaki.
Baca tanpa iklan