Dinkes Kulon Progo Konfirmasi Hasil Lab Warga yang Suspek Hantavirus Dipastikan Negatif
Kepala Dinkes Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan hasil lab warga Kulon Progo yang suspek hantavirus dipastikan negatif.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Endra Kurniawan
“Seluruh kasus konfirmasi tersebut mengarah pada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang disebabkan Seoul virus,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Penularan Hantavirus Tak Seperti Covid-19, Sangat Kecil Tertulari saat di Pertama Kali Bertemu
Ia menjelaskan, temuan Hantavirus pada reservoir atau hewan pembawa, yakni tikus, telah ditemukan di 29 provinsi. Temuan tersebut berasal dari studi Rikhus Vektora oleh Balai Litbangkes Kelas I Salatiga.
“Faktor risiko penularan penyakit ini berkaitan dengan kontak manusia terhadap tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan,” jelas Aji.
Mengutip website Kemenkes, infeksi Seoul virus umumnya menimbulkan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri punggung dan perut, mual, mata kemerahan, hingga ruam.
Pada kondisi lebih berat, penyakit dapat menyebabkan gangguan ginjal, perdarahan saluran pencernaan, gangguan pernapasan, hingga gangguan saraf.
Baca juga: Beda dari Flu! Ahli Bongkar Cara Strain Andes Hantavirus Menular Antarmanusia di Kapal MV Hondius
Karena hidup dekat dengan manusia, risiko penularan Seoul virus dinilai lebih tinggi dibanding penyakit zoonosis lain yang berasal dari satwa liar atau kawasan hutan.
Masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mencegah penularan penyakit dari tikus. Hindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya, gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area terkontaminasi, rutin mencuci tangan, memakai disinfektan, serta mengelola sampah dengan baik agar populasi tikus berkurang.
Kemenkes juga mengingatkan bahwa penyakit ini berpotensi menimbulkan wabah jika tidak dikendalikan karena tikus tersebar di berbagai habitat.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Rina Ayu Panca Rini)(Kompas.com/Yefta Christopherus Asia Sanjaya)
Baca tanpa iklan